Inovasi AI dan Teknologi Kesehatan Jadi Sorotan di Surabaya Hospital Expo 2026

Surabaya, HNN - Grand City Mall Surabaya dipenuhi berbagai inovasi teknologi kesehatan dalam gelaran Surabaya Hospital Expo 2026 yang berlangsung pada 19–24 Mei 2026. Pameran ini menghadirkan puluhan perusahaan alat kesehatan dan rumah sakit, sekaligus menjadi ajang teknologi dan layanan kesehatan terbesar di Jawa Timur.

Direktur PT Okta Sejahtera Insani sekaligus Event Organizer expo, Yudha Imam Suteja, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan peralatan dan teknologi terbaru yang dapat diterapkan di rumah sakit, khususnya di Jawa Timur.

Baca Juga: Pemprov Jawa Timur Gelar Rapat Finalisasi LKPJ Gubernur Akhir Tahun Anggaran 2025

“Tahun ini kami ingin meng-update teknologi yang bisa diaplikasikan di rumah sakit,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

"Mengusung tema seminar “Dukung Transformasi Rumah Sakit Hadapi Tantangan Regulasi dan Teknologi”, acara tersebut terbagi menjadi dua agenda utama. Pertama, Hospital Expo yang diikuti 84 perusahaan alat kesehatan dan digelar di Grand City Convention Exhibition Hall. Kedua, pameran layanan kesehatan yang diikuti 11 rumah sakit dan berlangsung di Main Atrium Grand City Mall," tambah Yudha.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyoroti perkembangan teknologi kedokteran berbasis artificial intelligence (AI) yang kini mulai banyak diterapkan di rumah sakit.

“Hampir semua booth sudah menggunakan AI. Teknologi kedokteran harus adaptif dengan perkembangan artificial intelligence,” kata Khofifah.

Baca Juga: Khofifah Bantah Tuduhan Penerimaan Fee Dana Hibah, Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Alat Bukti

Khofifah juga menekankan pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri alat kesehatan agar Indonesia semakin mandiri di bidang teknologi medis.

Sementara itu, Ketua PERSI Jawa Timur, Dr. Bangun T. Purwaka, mengatakan perkembangan teknologi kesehatan berlangsung sangat cepat sehingga rumah sakit harus terus beradaptasi demi meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien.

Namun, menurutnya investasi teknologi medis masih menjadi tantangan karena biaya pengadaan alat yang tinggi serta perkembangan teknologi yang terus berubah.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Didampingi Kadisdik Jatim Audiensi Dengan Menteri Pendidikan Singapura

Sebelas rumah sakit yang berpartisipasi di antaranya Kemenkes RS Surabaya, Mayapada Hospital, RSUD Dr. Soetomo, RSUD R.T. Notopuro, RSUD dr. Mohamad Soewandhie, RS Mata Masyarakat Jawa Timur, Waron Hospital, RS Mawaddah Medika, serta Universitas Surabaya melalui RS UBAYA. Kegiatan ini juga didukung BAMUTU-RS, MPKU PWM Jawa Timur, dan PT Surya Medika Timur.

Berbagai inovasi kesehatan ditampilkan dalam expo tahun ini, mulai dari jaringan perangkat medis pintar berbasis internet, sistem gas rumah sakit, pintu operasi antiradiasi, hingga inkubator bayi modern. Panitia menargetkan sedikitnya 3.500 pengunjung selama enam hari pelaksanaan. Selama pameran berlangsung, 11 rumah sakit peserta juga menggelar talk show kesehatan gratis setiap hari dengan beragam topik.

Yudha berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembaruan pengetahuan bagi tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan serta mendorong peningkatan kualitas layanan rumah sakit di Jawa Timur. (Tim/Mhs UTM)

Editor : Redaktur