Menteri AL AS John Phelan Mundur di Tengah Ketegangan Iran, Isu Konflik Internal Menguat

WASHINGTON, HNN - Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat, John Phelan, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengumuman tersebut disampaikan Pentagon pada Rabu, dengan efektivitas berlaku segera.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan keputusan itu melalui media sosial tanpa merinci alasan pengunduran diri. Posisi Phelan untuk sementara akan diisi oleh Wakil Menteri Angkatan Laut, Hung Cao.

Pengunduran diri ini menambah daftar pejabat militer senior yang meninggalkan jabatan dalam beberapa bulan terakhir, di tengah meningkatnya dinamika keamanan global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta ketegangan di Selat Hormuz.

Dugaan konflik internal

Meski tidak ada penjelasan resmi, sejumlah laporan media AS menyebutkan adanya ketegangan internal terkait kebijakan pembangunan kapal perang sebagai salah satu pemicu mundurnya Phelan.

“Atas nama Menteri Pertahanan dan Wakil Menteri, kami berterima kasih atas pengabdian Phelan,” ujar Parnell.

Pengumuman ini muncul tak lama setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat, Randy George, untuk mundur. Selain itu, sejumlah perwira tinggi lain, termasuk David Hodne dan William Green, juga telah dicopot.

Sejak menjabat, Hegseth dilaporkan telah mengganti lebih dari selusin pejabat militer senior, termasuk pimpinan tertinggi di Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Sumber-sumber yang dikutip media AS menyebut Phelan berselisih dengan Hegseth terkait implementasi program pembangunan kapal yang digagas Presiden Donald Trump.

Latar belakang penunjukan

Sebagai Menteri Angkatan Laut, Phelan memiliki peran administratif strategis, mulai dari perumusan kebijakan, pengelolaan anggaran, hingga pengawasan pembangunan dan perawatan armada laut.

Phelan, seorang pengusaha dan donor politik, dilantik pada Maret 2025 setelah dinominasikan oleh Trump. Ia dikenal sebagai pendukung program ekspansi armada, termasuk rencana ambisius “Golden Fleet”.

Mantan pejabat Kementerian Luar Negeri AS, Andrew Peek, menilai pergantian ini tidak lepas dari dinamika politik internal.

“Pada akhirnya, seseorang akan dijadikan kambing hitam atas lambatnya kemajuan,” ujarnya.

Sosok pengganti

Pengganti Phelan, Hung Cao, merupakan veteran Angkatan Laut dengan pengalaman lebih dari 25 tahun. Ia menjabat sebagai Wakil Menteri sejak Oktober 2025.

Pada 2024, Cao sempat maju dalam pemilihan Senat di Virginia dengan dukungan Trump, namun kalah dari petahana Demokrat, Tim Kaine.

Dalam kampanyenya, Cao dikenal vokal mengkritik kebijakan keberagaman di militer dan menyerukan pendekatan yang lebih keras dalam perekrutan personel.

Konteks geopolitik

Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah ketegangan yang terus berlangsung di Selat Hormuz—jalur strategis perdagangan energi global.

Pemerintah AS menegaskan blokade terhadap Iran akan tetap berjalan, meski terdapat upaya gencatan senjata. Sementara itu, Iran menyatakan tidak akan membuka kembali jalur tersebut, menuduh AS dan Israel melanggar kesepakatan.

Situasi ini menempatkan perubahan kepemimpinan Angkatan Laut AS dalam sorotan, mengingat peran krusialnya dalam operasi militer dan stabilitas kawasan.

Editor : Redaktur