Kursi ketua boleh berganti, tetapi arah perjuangan tidak boleh berubah. Pesan itu ditegaskan Ketua Pengprov PBJI Jawa Timur Eko Surcahyo menjelang Musprov PBJI Jatim, Minggu (13/9/2026), dengan membuka pintu bagi siapa pun yang siap mengabdikan diri, sembari menegaskan bahwa kepentingan pembinaan, prestasi atlet, dan masa depan jujitsu harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Di tengah dinamika menjelang forum tersebut, Ketua Pengprov PBJI Jawa Timur Eko Surcahyo memilih menyampaikan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar persoalan siapa yang akan duduk di kursi ketua.
Baca Juga: Sidoarjo Lahirkan Trio Sprinter "Monster": Ancaman Baru bagi Takhta Atletik Nasional
Baginya, kepemimpinan bukan tujuan akhir. Jabatan hanyalah alat. Yang harus tetap berdiri di atas segala kepentingan adalah keberlangsungan pembinaan, prestasi atlet, pengembangan organisasi, serta masa depan jujitsu Jawa Timur dan Indonesia.
“Siapa pun yang nantinya memimpin PBJI Jawa Timur harus tetap mengedepankan kepentingan olahraga jujitsu di Jawa Timur dan Indonesia,” demikian garis besar sikap Eko menjelang Musprov.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Musprov semestinya tidak berhenti pada kontestasi kepemimpinan. Forum ini harus menjadi ruang untuk menyatukan energi organisasi, merumuskan arah pembinaan, dan memastikan jujitsu Jawa Timur tetap memiliki fondasi yang kuat untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Eko juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa pun yang memiliki komitmen untuk maju dan mengabdikan diri bagi PBJI Jawa Timur.
Tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi untuk mengalahkan kepentingan organisasi. Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar nama seorang ketua, melainkan kesinambungan sebuah cabang olahraga yang membutuhkan pembinaan panjang, sistematis, dan berkelanjutan.
Menariknya, Eko tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengemban amanah tersebut. Jika masih dipercaya oleh insan jujitsu Jawa Timur, ia menyatakan siap melanjutkan pengabdian dan memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menjaga keberlangsungan PBJI Jawa Timur.
Sikap itu menempatkan Musprov dalam perspektif yang lebih luas: siapa pun yang terpilih harus siap bekerja, bukan sekadar menang dalam forum.
Kepemimpinan PBJI Jatim ke depan akan berhadapan dengan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Pembinaan atlet harus semakin terukur. Kompetisi perlu diperbanyak dan ditata secara sehat. Regenerasi harus berjalan. Kapasitas pelatih dan perangkat pertandingan harus terus ditingkatkan. Di saat yang sama, hubungan antara klub, pengurus daerah, atlet, pelatih, dan pemangku kepentingan olahraga harus dibangun dalam satu ekosistem yang solid.
Jawa Timur memiliki modal besar untuk itu. Tradisi olahraga, basis komunitas, potensi atlet muda, serta pengalaman para pelaku jujitsu menjadi fondasi yang tidak boleh dibiarkan tercerai-berai oleh dinamika organisasi.
Baca Juga: Papua Athletics Center Juara Umum Kejuaraan Atletik Jatim Open 2026
Karena itu, Musprov bukan sekadar tentang siapa yang memimpin PBJI Jatim setelah 13 September. Lebih jauh, forum tersebut akan menjadi ujian tentang bagaimana organisasi menempatkan kepentingan olahraga di atas kepentingan personal dan kelompok.
Di arena jujitsu, seorang atlet tidak cukup hanya memiliki kekuatan. Ia membutuhkan teknik, disiplin, strategi, keberanian, dan kemampuan membaca momentum. Prinsip yang sama berlaku dalam organisasi.
Pemimpin berikutnya harus mampu merangkul perbedaan, menguatkan pembinaan, menjaga soliditas, serta membawa jujitsu Jawa Timur bergerak lebih jauh—dari sekadar aktif secara organisasi menuju prestasi yang terukur di tingkat nasional hingga internasional.
Eko sendiri memilih tidak mengunci pintu.
Ia memberikan kesempatan kepada siapa pun yang ingin maju, sepanjang memiliki niat dan komitmen untuk mengabdi kepada jujitsu.
Baca Juga: UNESA Gelar ‘Karpet Merah’ dan Amunisi Sport Science untuk Porprov X 2027
Jika kepercayaan kembali diberikan kepadanya, ia pun menyatakan siap berdiri di garis depan.
Sebab pada akhirnya, kursi ketua akan berganti, tetapi perjuangan membesarkan jujitsu tidak boleh berhenti.
Musprov PBJI Jawa Timur 2026 kini menunggu keputusan para pemilik suara. Dari Surabaya, sebuah babak baru akan dimulai.
Dan siapa pun yang mendapatkan mandat, satu pesan harus tetap menjadi kompas:
Jujitsu Jawa Timur harus lebih kuat, lebih solid, lebih berprestasi, dan tetap menempatkan kepentingan olahraga sebagai tujuan utama.(Mochammad Fasichullisan)
Editor : D1N