Khalilur: PBNU Bukan PWNU Jatim, Gus Kikin Jangan Terjebak Isu “PKB Come Back”

SURABAYA, HNN – Dinamika penyusunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 mulai mendapat sorotan. Warga NU, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, meminta proses formatur mengedepankan profesionalitas, kompetensi dan keterwakilan seluruh wilayah Indonesia.

Khalilur menilai munculnya narasi “PKB Come Back” terkait figur yang dipertimbangkan masuk dalam struktur PBNU tidak semestinya berkembang menjadi tudingan atau fitnah.

Baca Juga: Gus Lilur: Jangan Gunakan Nama Presiden dan Fasilitas Negara untuk Perebutan PBNU

Menurutnya, rekam jejak seseorang harus dinilai secara objektif. Pengalaman organisasi, pemerintahan, kemampuan konsolidasi dan kompetensi, kata dia, jauh lebih penting daripada latar belakang politik seseorang.

Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Lukman Edy. Ia pernah menjabat Sekjen DPP PKB dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal. Lukman juga disebut memiliki peran dalam konsolidasi yang mengantarkan Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU.

“Jangan sampai perbedaan pilihan dalam penyusunan pengurus kemudian melahirkan tudingan. Semua harus dikembalikan kepada profesionalitas dan kepentingan NU,” ujar Khalilur.

Ia juga mengingatkan pentingnya komposisi kepengurusan yang mencerminkan keberagaman Indonesia.

Menurut Khalilur, Jawa Timur memiliki kontribusi besar dalam sejarah NU. Namun, PBNU merupakan organisasi nasional sehingga kepengurusannya tidak boleh terkesan hanya merepresentasikan satu wilayah.

Baca Juga: MENGHARGAI DIRI SENDIRI

“Rais Aam dari Jawa Timur, Ketua Umum juga dari Jawa Timur. Masa posisi strategis lainnya diisi orang Jawa Timur semua? PBNU harus mencerminkan Indonesia, bukan PWNU Jawa Timur,” tegasnya.

Khalilur menyatakan mendukung Gus Kikin untuk menyusun kepengurusan PBNU secara profesional dan egaliter, dengan mengutamakan figur terbaik dari berbagai daerah.

Ia berharap seluruh pihak memberikan kesempatan kepada kepemimpinan baru untuk bekerja dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum teruji kebenarannya.

Baca Juga: Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

“Terus maju Gus Kikin. Semoga para muassis membersamai panjenengan. Bismillah,” pungkasnya.

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Warga NU, Kyai Kampung

Editor : D1N