SURABAYA-HNN : Kota Pahlawan tengah bersiap menyongsong status tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027. Namun, di balik kemegahan persiapan Surabaya, terdapat satu kekuatan sentral yang menjadi tulang punggung teknis dan infrastruktur: Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kampus yang dikenal sebagai "Rumah Para Juara" ini secara resmi menyatakan kesiapannya menggelar karpet merah bagi pesta olahraga multievent terbesar di Jawa Timur tersebut.
Infrastruktur Kelas Dunia: Bukan Sekadar Gelanggang
Baca Juga: Pelantikan PGSI Jatim, Ketua Umum Koni Jatim, M Nabil Berharap Gulat Juara Umum PON
UNESA tidak hanya menawarkan tempat bertanding, tetapi sebuah ekosistem olahraga berstandar internasional. Dari International Petanque Court yang legendaris hingga kolam renang olimpiade, GOR serbaguna untuk basket, voli, dan futsal, hingga fasilitas eksklusif seperti Equestrian (berkuda) dan Petanque.
Tak ketinggalan, kesiapan Hall untuk cabang beladiri, tenis, panahan, hingga atletik, menegaskan bahwa UNESA adalah "miniatur" arena olimpiade di Jawa Timur. Rekam jejak mereka saat sukses menggelar POMPROV, POMNAS, hingga level regional ASEAN University Games (AUG) menjadi bukti tak terbantahkan bahwa manajemen kompetisi di kampus ini sudah selevel internasional.
Sentuhan Magis Sport Science dan Tenaga Ahli
Lebih dari sekadar fisik bangunan, UNESA membawa senjata rahasia yang tidak dimiliki lembaga lain: Laboratorium Sport Science tercanggih di Indonesia. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat monitoring performa atlet selama Porprov berlangsung.
Puluhan pakar olahraga UNESA—mulai dari mantan atlet elit, pelatih bertangan dingin, hingga mekanik olahraga—kini telah bertransformasi menjadi penggerak di struktur strategis KONI Surabaya, KONI Jatim, hingga berbagai pengurus KONI kota/kabupaten di Jawa Timur.
Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. (yang akrab disapa Cak Hasan), menegaskan bahwa keterlibatan UNESA bukan sekadar mendukung, melainkan memastikan standar kualitas Porprov naik kelas.
"UNESA bukan hanya menyiapkan lapangan, kami menyiapkan masa depan olahraga Jawa Timur. Untuk Porprov X 2027, kami gelar 'karpet merah' dalam arti seluas-luasnya: sarana kelas dunia, sentuhan sport science untuk meminimalisir margin error atlet, hingga pakar-pakar terbaik kami yang turun langsung ke lapangan," ujar Cak Hasan dengan nada tegas.
Baca Juga: Langkah Strategis IWbA Jatim: Tulungagung Jadi Saksi Lahirnya Bintang Baru Woodball Jawa Timur
Lebih lanjut, Cak Hasan menekankan pentingnya sinergi multidimensi.
"Kami ingin Porprov di Surabaya nanti menjadi standar baru (benchmarking). Bukan hanya soal siapa yang menang, tapi bagaimana data sport science bekerja di sana. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan Jawa Timur tetap menjadi barometer olahraga nasional."
Sinergi Menuju "Triple Success"
Menjelang 2027, koordinasi intensif antara KONI Surabaya, KONI Jatim, Pemkot Surabaya, dan Pemprov Jatim menjadi harga mati. Kolaborasi ini mengusung misi besar yang disebut sebagai Triple Success:
Baca Juga: Popsivo Tumpul di Poin Krusial, Phonska Plus Menang Telak 3-0
Sukses Penyelenggaraan: Standar kompetisi yang profesional dan minim hambatan.
Sukses Prestasi: Lahirnya rekor-rekor baru melalui dukungan data ilmiah.
Sukses Ekonomi Kreatif: Menggerakkan roda ekonomi global berbasis olahraga (Sportainment) di Jawa Timur.
Dengan dukungan penuh dari "Amunisi" UNESA, Porprov X 2027 Jatim diprediksi bukan sekadar ajang rutin dua tahunan, melainkan sebuah simfoni olahraga modern yang memadukan otot, otak, dan teknologi di jantung Kota Surabaya.(M Fasichullisan)
Editor : Redaktur