KPK Didorong Kroscek Renovasi Kolam Kertajaya yang Dikelola Dispora Jatim

SURABAYA, HNN — Proyek renovasi Kolam Renang Kertajaya Surabaya milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dikelola Dispora Jatim menjadi sorotan publik. Meski anggaran miliaran rupiah telah digelontorkan, hingga kini fasilitas olahraga andalan pembinaan atlet akuatik Jawa Timur itu belum juga dapat difungsikan secara normal.

Lambannya penyelesaian proyek serta dugaan perencanaan anggaran yang tidak tepat sasaran membuat sejumlah kalangan mendesak aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melakukan kroscek terhadap proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan proyek renovasi tersebut.

Baca Juga: Sinkronisasi UU Dipersoalkan, Raperda Olahraga Jatim Dinilai Abaikan KONI

Hingga Selasa (26/5/2026), pekerjaan penggantian keramik dan sejumlah perbaikan fasilitas kolam renang tersebut disebut belum rampung 100 persen. Akibatnya, aktivitas pembinaan atlet akuatik Jawa Timur terganggu dan sejumlah cabang olahraga terpaksa berpindah ke kolam renang lain dengan biaya operasional lebih besar.

Padahal, proyek perbaikan Kolam Renang Kertajaya telah direncanakan sejak tahun 2025 lalu. Bahkan Sekretaris Daerah Jawa Timur, Adhy Karyono, sempat meninjau langsung lokasi dan mendorong percepatan penyelesaian renovasi.

Namun hingga kini, kolam renang yang selama ini menjadi pusat pembinaan olahraga akuatik Jawa Timur tersebut masih belum dapat digunakan secara normal. Ironisnya, aset olahraga yang disebut sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di lingkungan Dispora Jatim itu justru mangkrak lebih dari satu tahun.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan total anggaran perbaikan mencapai sekitar Rp2 miliar. Namun, renovasi kolam utama disebut hanya memperoleh sebagian dari alokasi anggaran tersebut, sementara sisanya digunakan untuk sejumlah pekerjaan pendukung lainnya seperti pengecatan dinding, penggantian kusen pintu, hingga pemindahan pos jaga.

Akibat kondisi tersebut, proyek renovasi dikabarkan masih membutuhkan tambahan anggaran lanjutan melalui PAPBD 2026 agar penyelesaiannya dapat dituntaskan.

Situasi itu berdampak langsung terhadap pembinaan olahraga akuatik di Jawa Timur. Klub-klub renang, atlet kelompok umur, hingga atlet senior yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) proyeksi PON 2028 kini harus berpindah latihan ke sejumlah kolam renang lain dengan biaya lebih mahal.

“Kalau terganggu itu pasti. Klub-klub sekarang harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk sewa kolam di tempat lain. Selama ini mereka sangat terbantu karena tarif Kolam Renang Kertajaya hanya sekitar Rp600 ribu per bulan,” ujar Sekretaris Umum Pengprov Akuatik Jawa Timur, Fahrur Rozi.

Menurut Fahrur, dampak paling besar dirasakan tiga cabang olahraga di bawah naungan Pengprov Akuatik Jatim, yakni renang, renang artistik, dan polo air.

Baca Juga: Pemprov Jawa Timur Gelar Rapat Finalisasi LKPJ Gubernur Akhir Tahun Anggaran 2025

Selama ini atlet-atlet Puslatda yang berlatih di Kolam Renang Kertajaya tidak dikenai biaya sewa. Namun sejak kolam ditutup akibat renovasi, mereka harus menggunakan fasilitas lain yang tentu membutuhkan biaya tambahan.

“Meski saya tidak tahu besarannya berapa, yang jelas ini menjadi beban baru bagi Pengprov,” katanya.

Selain persoalan keterlambatan, Pengprov Akuatik Jatim juga berharap hasil renovasi nantinya tetap memenuhi standar federasi internasional World Aquatics. Sebab, Kolam Renang Kertajaya selama ini menjadi salah satu fasilitas di Jawa Timur yang memenuhi standar internasional untuk pembinaan maupun penyelenggaraan kejuaraan.

“Yang kami khawatirkan lagi, setelah perbaikan ukurannya tidak sesuai standar World Aquatics. Sebab, kolam ini satu-satunya di Jawa Timur yang memenuhi standar internasional,” tegas Fahrur.

Ia berharap proses renovasi segera diselesaikan agar pembinaan atlet kembali berjalan optimal menuju berbagai ajang nasional maupun internasional.

Baca Juga: Khofifah Bantah Tuduhan Penerimaan Fee Dana Hibah, Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Alat Bukti

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait progres renovasi, Sekretaris Dispora Jatim sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Vitri Rahmawati, meminta wartawan menghubungi call sportif resmi Dispora Jatim.

“Monggo menghubungi call sportif kami Bapak utk informasi yg dibutuhkan ... nuwun Bapak,” tulis Vitri melalui pesan WhatsApp.

Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Arif Eko Wahyudi, melalui pesan WhatsApp terkait progres proyek, penggunaan anggaran, hingga target penyelesaian renovasi. Namun jawaban yang sama meminta wartawan menghubungi Call Sportif Diaspora Jatim. 

Upaya konfirmasi lanjutan melalui hotline Call Sportif Dispora Jatim juga telah dilakukan wartawan. Meski pesan konfirmasi telah diterima dan terbaca, tidak ada penjelasan resmi yang diberikan terkait progres maupun perencanaan anggaran proyek renovasi tersebut. Kondisi ini memunculkan kesan bahwa hotline Call Sportif hanya dijadikan pengalihan komunikasi tanpa adanya jawaban substantif atas pertanyaan wartawan terkait proyek yang kini menjadi sorotan publik tersebut. (d43n9). 

Editor : Redaktur