Anggota Satreskoba Polres Tanjung Perak Diduga Tidak Transparan

avatar Harian Nasional News

Surabaya, HNN - Anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diduga tak transparan dengan wartawan, terkait kasus penyalahgunaan Narkotika jenis sabu sabu.

Kasus penyalah gunaan narkoba yang diamankan polisi saat itu diketahui bernama Mahrus alis Rosi (42) th, warga Jalan Tenggumung Wetan Garuda Surabaya. Ia ditangkap dirumahnya, pada Senin (23/03/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Ungkap Mafia Joki UTBK, 14 Orang Jadi Tersangka

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, kejadian itu bermula ketika tersangka ini membeli sabu didaerah Jati Purwo Surabaya. Saat itu tersangka tidak merasa jika dirinya dibuntuti oleh petugas yang sebelumnya sudah mengintainya.

Setelah mendapatkan sabu, kemudian tersangka memakainya didalam rumah bersama temannya berinisial T (DPO) yang berhasil melarikan diri.

"Sayangnya petugas terlambat datang saat mengrebekan itu, polisi hanya berhasil menangkap Mahrus dan barang bukti sedotan yang masih menancap ditutup botol Aqua, barang bukti tersebut sempat dibuang keatas genteng oleh tersangka" Kata warga sekitar kepada media ini.

Baca Juga: Dr. Sahlan Azwar Ajukan Praperadilan Usai Ditilang PJR Jatim III

Menindak lanjuti kasus tersebut, Kanit idik 2 Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Fauzi mengatakan, hanya membenarkan atas penangkapan tersangka, Mahrus.

"Namun semuanya belum bisa dijelaskan, pihaknya hanya mengamankan tersangka dan kini masih dalam proses pengembangan." Kata Fauzi saat ditemui media ini Selasa, (24/03/2020).

Baca Juga: Presidium FRONTAL Jatim Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-79, Mari Bersama Jaga Kondusifitas Jatim

Selain itu, Fauzi juga mengalihkan perhatian wartawan saat diwawancara dan diduga masih menutup nutupi kasus tersebut.

Terkait kasus ini, Fauzi mengalihkan ke Kasubag Humas untuk mendapatkan data kongkritnya. @pen

Editor : D1N

Opini   

Londo Ireng dan Ujian Kenegarawanan Presiden

Pernyataan "londo ireng" kepada wartawan dinilai tidak mencerminkan sikap kenegarawanan. Kritik seharusnya dijawab dengan kinerja dan keberhasilan program, bukan pelabelan.…