Push Bike Jadi Olahraga Rekreasi Favorit Anak, Komunitas dan AWS Meriahkan HJKS 2026 di Surabaya

SURABAYA, HNN – Semangat memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) 2026 terus menggeliat melalui berbagai kegiatan positif masyarakat. Salah satunya ditunjukkan Komunitas Bhinneka Push Bike Indonesia bersama Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) yang menggelar latihan bersama push bike di area parkir Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya, Minggu (10/5/2026) sore.

Kegiatan yang diikuti puluhan anak tersebut berlangsung meriah dan penuh antusias. Selain menjadi sarana olahraga rekreasi, latihan bersama ini juga menjadi ajang edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya stimulasi motorik dan keseimbangan anak sejak usia dini.

Baca Juga: Sontoh Laut Dihidupkan Kembali, 3.000 Mangrove Jadi Awal Wisata Hijau Asemrowo

Humas Bhinneka Push Bike Indonesia, Anjar Anggoro, menjelaskan bahwa push bike merupakan olahraga anak menggunakan sepeda tanpa pedal yang dirancang untuk melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, serta motorik kasar.

“Push bike sebenarnya olahraga rekreasi anak. Ini pengembangan dari belajar sepeda pancal tanpa pedal untuk melatih motorik kasar anak agar terstimulasi dengan baik. Seiring perkembangannya sekarang juga ada race atau balapannya,” ujar Anjar.

Komunitas yang berbasis di wilayah pinggiran Sidoarjo tersebut saat ini memiliki sekitar 40 hingga 50 anggota aktif dengan rentang usia kelahiran 2018 hingga 2024. Latihan rutin dilakukan di sejumlah titik, termasuk wilayah Sidoarjo dan kawasan Terminal Joyoboyo Surabaya.

Menurut Anjar, komunitasnya terbuka bagi anak-anak usia di bawah dua tahun yang ingin mulai mengenal push bike. Dalam setiap sesi latihan, peserta didampingi tiga pelatih untuk membantu proses adaptasi anak terhadap sepeda tanpa pedal tersebut.

“Awalnya memang sulit karena anak-anak masih belajar keseimbangan. Anak kecil juga butuh adaptasi dengan sepeda ini,” katanya.

Baca Juga: Kolaborasi AWS, Puskesmas Mulyorejo, dan Hotel Dafam Pacific Caesar Hadirkan Cek Kesehatan Gratis

Ia menambahkan, olahraga push bike kini semakin berkembang di berbagai daerah dan mulai banyak dipertandingkan dalam berbagai event komunitas maupun festival olahraga anak. Umumnya kategori usia peserta perlombaan mencapai 8 hingga 9 tahun, meski mayoritas event saat ini diikuti anak usia 6 hingga 7 tahun.

Tak sekadar olahraga rekreasi, push bike juga dinilai mampu membentuk keberanian, disiplin, dan mental kompetitif anak sejak dini sebelum nantinya berkembang ke cabang olahraga lain.

“Semoga apa yang didapat anak-anak di sini bisa bermanfaat, baik ilmunya maupun mentalnya. Karena di push bike ini tidak selamanya, nanti bisa diteruskan ke cabang olahraga lain dan mereka sudah punya basic dari sini,” ungkapnya.

Baca Juga: Perangi Narkoba, BNN Surabaya Gandeng Karang Taruna di Momentum HJKS 202

Dalam momentum HJKS tersebut, komunitas juga berharap adanya perhatian terhadap fasilitas ruang terbuka ramah anak untuk menunjang aktivitas olahraga komunitas.

“Kami berharap bisa ada wadah atau tempat latihan yang lebih mendukung karena mencari lokasi latihan cukup sulit. Kami membutuhkan ruang terbuka yang besar dan aman untuk anak,” tutup Anjar.

Melalui kegiatan latihan bersama ini, Bhinneka Push Bike Indonesia dan AWS berharap olahraga push bike semakin dikenal luas sebagai aktivitas positif yang mampu melatih keseimbangan, keberanian, sportivitas, serta membangun karakter anak sejak usia dini. (Tim. MhsUTM) 

Editor : Redaktur