Sprindik Umum Terbit, Gus Lilur Desak KPK Tangkap Lingkaran Eks Menag Yaqut

Foto: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy
Foto: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy

SURABAYA, HNN – Dalam beberapa pekan terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terkait dugaan korupsi kuota haji tahun 2023–2024. Kasus yang menyeret adik Ketua PBNU tersebut kini telah memasuki tahap penyidikan.

KPK menyatakan terus mengumpulkan alat bukti dan mendalami peran sejumlah pihak.

Baca Juga: KPK Diminta Tak Ragu Periksa Cakada Yang Diduga Terlibat Kasus Korupsi

“Dengan adanya sprindik umum ini, kami lebih leluasa untuk mengumpulkan bukti dan informasi,” ujar Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

Menanggapi terbitnya sprindik umum itu, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, cicit Raden Fatah menyatakan dukungannya penuh kepada KPK. Ia mendesak agar para pihak yang terlibat segera ditangkap dan diproses hukum.

“Saya bersama ratusan juta warga NU akan selalu mendukung KPK. Segera tangkap dan penjarakan para koruptor kasus tipikor kuota haji yang menyeret mantan Menteri Agama Yaqut,” kata pria yang akrab disapa Gus Lilur, yang juga cicit Sayyid Ali Murtadho, Minggu (10/8/2025).

Baca Juga: Kejati Jatim Bongkar Dugaan Tindak Pidana Korupsi PT INKA

Menurut Gus Lilur, hingga kini masih banyak orang di lingkaran Yaqut Cholil Qoumas yang merasa aman karena belum pernah dipanggil sebagai saksi. Namun, dengan keluarnya sprindik umum, ia menilai situasi tersebut akan berubah.

“Koruptor itu dilaknat Allah. Apalagi jika korupsi terjadi di urusan haji, tentu lebih besar lagi laknatnya. Semua yang terlibat dan melindungi para koruptor ini harus dipenjara,” tegasnya.

Baca Juga: Dua Tersangka PT SEP Kembalikan Uang Rp 7,5 Millar ke Kejari Tanjung Perak 

Ia juga menyampaikan peringatan keras kepada pengurus PBNU.

“Jika ternyata banyak pengurus PBNU terlibat dalam kasus korupsi kuota haji ini, maka inilah PBNU terlaknat sepanjang sejarah berdirinya NU. Semua pengurus harus bertanggung jawab,” ucap Gus Lilur dengan nada geram. (d43n9) 

Editor : Redaktur