Wakasad: Generasi Pertama Yonif TP 531/Menak Sopal Akan Menorehkan Sejarah Satuan

TRENGGALEK, HNN – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa meninjau progres pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 531/Menak Sopal di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jumat (28/8/2026).

Kunjungan tersebut tidak hanya untuk memastikan perkembangan pembangunan markas satuan berjalan sesuai rencana, tetapi juga menjadi momentum bagi Wakasad untuk memberikan arahan langsung kepada para prajurit yang menjadi generasi pertama Yonif TP 531/Menak Sopal.

Sekitar 500 personel mengikuti kegiatan tersebut. Wakasad bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan rombongan tiba menggunakan Helikopter Caracal TNI AU melalui Helipad PPN. Kedatangan rombongan berlangsung aman dan lancar.

Setibanya di lokasi, rombongan menerima jajar kehormatan sebelum menuju Lapangan Rusunawa. Di tempat itu, Wakasad disambut para prajurit yang untuk sementara menempati Rusunawa Desa Tasikmadu selama pembangunan markas satuan berlangsung.

Danyonif TP 531/Menak Sopal Mayor Inf Adey G.S. kemudian memaparkan perkembangan pembangunan satuan sekaligus kondisi personel. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai tahapan pembangunan serta kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari satuan baru di wilayah Trenggalek.

Di hadapan seluruh personel, Wakasad menyampaikan salam hormat dan rasa bangga Menteri Pertahanan Republik Indonesia kepada para prajurit Yonif TP 531/Menak Sopal. Ia berpesan agar seluruh personel senantiasa menjaga nama baik dan kehormatan satuan.

“Sebagai prajurit generasi pertama, seluruh personel agar senantiasa menjaga nama baik dan kehormatan satuan,” tegas Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.

Menurut Wakasad, posisi sebagai generasi pertama memiliki arti penting karena para prajurit saat ini akan menjadi bagian dari sejarah awal perjalanan Yonif TP 531/Menak Sopal. Karena itu, karakter, disiplin, loyalitas dan soliditas yang dibangun sejak awal akan menjadi fondasi bagi keberhasilan satuan di masa mendatang.

Wakasad juga menekankan pentingnya disiplin, jiwa korsa dan loyalitas dalam kehidupan keprajuritan. Para pimpinan diminta memberikan keteladanan dalam penerapan disiplin sehingga mampu menumbuhkan loyalitas dan soliditas seluruh anggota.

“Pedomanilah Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesannya.

Tak hanya pembinaan mental dan disiplin, Wakasad mendorong seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan secara optimal. Kemampuan menembak dan bela diri menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian, di samping menjaga kebugaran melalui pemanfaatan fasilitas olahraga yang tersedia.

Wakasad juga mengingatkan bahwa keberadaan satuan TNI tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Sebagai tentara rakyat sekaligus tentara profesional, prajurit harus mampu membangun hubungan yang harmonis serta hadir membantu masyarakat ketika menghadapi kesulitan.

“Keberadaan TNI harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah prajurit yang dekat dengan rakyat dan selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menutup arahannya, Wakasad memberikan tiga penekanan kepada seluruh prajurit. Pertama, memelihara kekompakan, disiplin, jiwa korsa dan loyalitas. Kedua, senantiasa berpedoman pada Santiaji dalam menjalankan tugas. Ketiga, terus membantu masyarakat sebagai bagian dari wujud pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.

Kunjungan Wakasad tersebut diharapkan semakin memperkuat fondasi Yonif TP 531/Menak Sopal, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik satuan, tetapi juga dalam pembentukan karakter prajurit yang profesional, solid, adaptif dan senantiasa dekat dengan rakyat.

Editor : D1N