SURABAYA, HNN - Galeri Merah Putih di gedung seni Surabaya terus menjadi ruang berkarya bagi para seniman. Di tengah isu pengosongan yang sempat beredar, aktivitas seni di tempat tersebut tetap berjalan seperti biasa.
Pengelola Galeri Merah Putih, Irma,saat di wawancarai oleh rekan rekan media menyampaikan bahwa galeri ini memiliki potensi besar untuk menarik seniman sekaligus menjadi wadah bagi mereka untuk terus berkarya, baik dalam bidang fotografi maupun lukisan,Surabaya (14/04/2026).
Baca Juga: Hadir di USS Downtown Market, AZA Hadirkan Xgo
“Galeri ini mewadahi teman-teman yang punya potensi untuk berkarya dan ingin menunjukkan karya-karya mereka,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, galeri ini telah dipadati jadwal pameran. Tercatat hampir 40 pelukis dan komunitas telah menggelar pameran di tempat tersebut, tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari luar daerah.
Saat ini, galeri Merah Putih sedang menggelar pameran yang melibatkan 38 pelukis yang tergabung dalam Aksi Seniman Surabaya (ASSU). Pameran ini menjadi salah satu bentuk untuk menghidupkan kembali semangat berkesenian di Surabaya.
Terkait isu pengosongan yang sempat beredar, Irma mengaku sempat terkejut. Namun, setelah melakukan klarifikasi, dipastikan bahwa tidak ada pengosongan di Galeri Merah Putih.
“Kami sempat kaget dengan kabar itu. Tapi setelah kami konfirmasi ke pihak terkait, tidak ada pengosongan. Kami tetap aman dan bisa berkesenian di sini,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa ruang di Balai Pemuda memiliki fungsi yang berbeda-beda, seperti Bengkel Muda untuk teater dan sastra, sementara Galeri Merah Putih difokuskan sebagai ruang pameran seni.
Baca Juga: AKSILARASI Labuan Bajo 2020 Merawat Ingatan Merayakan Peradaban
Selain itu, ia berharap keberadaan seni dan budaya di Balai Pemuda tetap dipertahankan. Menurutnya, seni memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
“Kalau tidak ada seni dan budaya, kehidupan itu terasa hampa. Kami ingin Surabaya tetap hidup dengan karya-karya seniman,” tuturnya.
Sementara itu, tanggapan pengunjung menunjukkan bahwa keberadaan gedung seni di kawasan tersebut sudah cukup dikenal, meskipun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Salah satu pengunjung, Intan, mengaku mengetahui adanya gedung kesenian di kawasan tersebut, namun jarang berkunjung.
Baca Juga: Sanggar Seni "I" Production Tonggak Lahirnya Seniman Manggarai Barat
“Tahu sih kalau di sini ada gedung seni, tapi jarang ke sini. Kalau ke dalam gedung seninya malah belum pernah,” ujarnya.
Menurut Intan, daya tarik pameran seni masih perlu ditingkatkan agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya yang belum terlalu tertarik dengan seni.
Upaya menghadirkan pameran secara rutin diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat serta menjaga keberlangsungan seni di Surabaya. (Mhs/utm)
Editor : Redaktur