SURABAYA, HNN – Dugaan kuat muncul bahwa peristiwa perusakan Posko Gerakan “Rakyat Jatim Menggugat” hanyalah drama yang dimainkan oleh Soleh dan kelompoknya sendiri. Isu ini ramai dibicarakan warganet usai Soleh mengunggah klaim perusakan tersebut di akun Instagram pribadinya.
Sejumlah komentar netizen justru mempertanyakan kejanggalan peristiwa itu. “Namanya posko pasti ada yang jaga, jangan drama ah…,” tulis salah satu akun dengan disertai emoji tertawa. Komentar lain menyindir soal kotak donasi yang disebut hilang, “Masak donasi di tempat umum kotaknya dari kaca,” sambil menambahkan emoji tertawa. Ada juga yang menuliskan, “Semangat cak… laporkan aja, cak iku maling,” dan komentar sinis lain yang menyebut perusakan bisa saja dilakukan oleh orang-orang dekatnya sendiri.
Baca Juga: Seperti Ini Himbauan Polri Terkait Demo Buruh Dan Ormas Islam Hari Ini
Sebelumnya, Soleh mengklaim bahwa posko yang berdiri di depan Gedung Negara Grahadi, pada Senin dini hari (25/8/2025), diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal. Dalam unggahannya, ia menuturkan bahwa sekitar puluhan orang datang merobohkan tenda, membawa pulang sekitar 50 kardus air mineral, roti-roti, serta kotak donasi berisi uang yang ia perkirakan mencapai Rp5 juta.
Baca Juga: Dekanat FH UPNV Jatim Ancam Tidak Luluskan Mahasiswa Yang Aksi UKT
“Teman-teman, ada kejadian tidak terduga. Subuh tadi posko kami didatangi puluhan orang tak dikenal. Tenda dirobohkan, 50 kardus air mineral dan makanan dibawa, termasuk kotak donasi sekitar lima jutaan. Kejadian ini sangat memalukan dan memilukan. Saat banyak orang, mereka tidak berani. Tapi subuh-subuh, ketika penjaga hanya dua orang, mereka datang dan melarang direkam,” klaim Soleh dalam videonya.
Meski demikian, publik masih terbelah. Sebagian menganggap laporan tersebut benar, namun tidak sedikit yang menilai kejadian itu hanyalah sandiwara murahan untuk menarik simpati publik.(*)
Editor : Redaktur