SURABAYA, HNN – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan, khususnya tenaga pendidik di bidang pendidikan vokasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kompetensi guru produktif melalui peningkatan wawasan, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
Upaya tersebut menjadi perhatian Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat memberikan arahan dalam kegiatan penguatan kompetensi guru produktif ITNSA yang berlangsung di Surabaya, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Tanam 100 Pohon di SMKN 4 Probolinggo, Khofifah Dorong Program SIKAP Jadi Gerakan Peduli Lingkungan
Dalam kesempatan tersebut, Aries menegaskan bahwa guru produktif memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan pendidikan vokasi yang kompeten, terampil, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik harus dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan perubahan teknologi dan tuntutan industri.
Menurut Aries, perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat dan membawa perubahan signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kondisi tersebut menuntut para guru untuk tidak berhenti belajar serta senantiasa memperbarui kemampuan profesionalnya.
"Perkembangan teknologi digital akan terus bergerak dan berubah. Oleh karena itu, Bapak/Ibu sekalian harus senantiasa adaptif, terbuka terhadap inovasi, serta terus memperbarui wawasan dan kompetensi," ujar Aries.
Ia menjelaskan, guru tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh sebelumnya. Pendidik harus memiliki kemauan untuk terus berkembang, mengikuti perubahan teknologi, serta mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Terlebih, pendidikan vokasi memiliki karakteristik yang berbeda karena menekankan keseimbangan antara penguasaan teori dan keterampilan praktis. Lulusan sekolah vokasi diharapkan tidak hanya memahami materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat diterapkan secara langsung di dunia kerja.
Karena itu, kompetensi guru produktif menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas lulusan. Guru harus mampu menerjemahkan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri ke dalam proses pembelajaran yang aplikatif, inovatif, serta berorientasi pada penguasaan keterampilan.
Guru Produktif Harus Mengikuti Perubahan Industri
Aries menekankan, transformasi digital telah mengubah kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Berbagai bidang pekerjaan kini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan adaptasi, penguasaan teknologi, kreativitas, serta keterampilan memecahkan masalah.
Situasi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan vokasi di Jawa Timur. Sekolah dituntut mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki daya saing untuk menghadapi perubahan kebutuhan profesi di masa mendatang.
Baca Juga: Khofifah Dorong Sekolah Jadi Pusat Ketahanan Pangan, Siswa Probolinggo Hasilkan Produk Inovatif
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan vokasi harus dimulai dari penguatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Dengan kompetensi yang terus diperbarui, guru dapat menghadirkan proses belajar yang lebih kontekstual dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Selain penguasaan keterampilan teknis, guru juga perlu membangun pola pikir terbuka terhadap inovasi. Kemampuan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian penting agar materi yang diberikan kepada peserta didik tidak tertinggal dari perkembangan industri.
Aries berharap, kegiatan penguatan kompetensi tersebut dapat menjadi ruang bagi para guru untuk memperluas wawasan, meningkatkan profesionalisme, sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya pembelajaran sepanjang hayat.
Wujudkan Pendidikan Vokasi yang Adaptif dan Kompetitif
Lebih lanjut, Dindik Jatim terus berupaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi agar semakin responsif terhadap perubahan zaman. Pengembangan kompetensi pendidik menjadi bagian dari langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas.
Baca Juga: Aries Agung Paewai Hadiri Peresmian SMPM 15 dan Sport Center PCM Kenjeran
Pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya berorientasi pada kelulusan peserta didik, tetapi juga pada kesiapan mereka menghadapi persaingan kerja. Hal ini membutuhkan dukungan tenaga pendidik yang profesional, memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Dalam konteks tersebut, guru produktif memegang peranan penting sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktik, teknologi, dan inovasi akan turut menentukan kualitas keterampilan peserta didik.
Aries juga mengingatkan pentingnya membangun budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, perubahan teknologi tidak boleh dipandang sebagai hambatan, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat daya saing lulusan.
Melalui penguatan kompetensi guru produktif ITNSA, Dindik Jatim berharap para pendidik semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Dengan demikian, pendidikan vokasi Jawa Timur dapat terus berkembang menjadi sistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
Penguatan kualitas guru pada akhirnya bukan sekadar investasi bagi tenaga pendidik, melainkan juga investasi bagi masa depan generasi muda Jawa Timur agar memiliki keterampilan dan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri.
Editor : D1N