MOJOKERTO,HNN – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Pratama Pemuda Pancasila se-Jawa Timur Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari, 23–25 Oktober 2026, di Mentari Camp, Trawas, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 308 kader dari 12 Majelis Pimpinan Cabang (MPC) kabupaten/kota mengikuti pendidikan yang bertujuan memperkuat ideologi Pancasila, membangun karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan.
Upacara penutupan berlangsung khidmat di Lapangan Nusantara, Mentari Camp, Minggu (25/10/2026), dipimpin Ketua Harian Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur, H. Adik Dwi Putranto, S.H., M.HP., selaku inspektur upacara.
Selaku Komandan upacara dari Komando Inti Mahatidana Pemuda Pancasila Kota Surabaya, M.Iqbal A.
Baca Juga: BPPH MPC Pemuda Pancasila Surabaya Bentuk Posbakum di 31 PAC, LaNyalla Hadir Langsung
Dalam amanatnya, Adik Dwi Putranto mengapresiasi MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya sebagai penyelenggara kegiatan yang dinilai berhasil melaksanakan pendidikan kader dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi MPC lainnya untuk menyelenggarakan pendidikan kader secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan.
Adik menegaskan, pendidikan kader tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus mampu membentuk pribadi yang memahami ideologi organisasi, memiliki karakter kepemimpinan, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.
Ia menekankan tiga aspek penting yang harus menjadi bekal kader, yakni penguatan wawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembentukan karakter melalui kepemimpinan dan kedisiplinan, serta pengabdian nyata kepada masyarakat.
"Yang tidak kalah penting, Pemuda Pancasila harus bermanfaat bagi masyarakat dan orang lain," tegas Adik Dwi Putranto.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pendidikan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas organisasi.
Sementara itu, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H. Baso Juherman, S.P., S.H., M.HP., M.AP., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan Diklat Kader Pratama Tahun 2026.
Dalam wawancara seusai kegiatan, Baso menilai antusiasme 308 peserta dari 12 MPC merupakan bukti tingginya semangat kader untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat soliditas organisasi Pemuda Pancasila di Jawa Timur.
"Alhamdulillah, Diklat Pratama Pemuda Pancasila tahun 2026 berjalan sukses. Kami berharap ke depan pendidikan kader ini terus berlanjut ke jenjang berikutnya, yaitu Diklat Kader Madya dan Diklat Kader Utama. Bahkan, kami berharap ke depan dapat menyelenggarakan Diklat Madya," ujar Baso Juherman.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan MPC lainnya di Jawa Timur untuk melaksanakan pendidikan kader serupa.
"Antusiasme 308 peserta dari 12 MPC ini tentu menjadi penyemangat bagi teman-teman MPC lainnya untuk melaksanakan Diklat Pratama. Kita ingin Pemuda Pancasila Jawa Timur semakin solid, jumlah kadernya semakin banyak, dan kualitas sumber daya manusianya semakin meningkat," ungkapnya.
Baso menegaskan, kaderisasi merupakan kebutuhan mendasar dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan.
Menurutnya, organisasi yang besar tidak cukup hanya mengandalkan jumlah anggota, tetapi juga harus memiliki kader yang berintegritas, disiplin, berwawasan luas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pemuda Pancasila Harus Menjadi Jaringan Ekonomi, Profesi, dan Kesejahteraan Anggota
Lebih jauh, Baso Juherman menyoroti besarnya potensi jaringan Pemuda Pancasila yang tersebar di berbagai sektor kehidupan, mulai dari dunia usaha, organisasi profesi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga olahraga.
Ia berpandangan, kekuatan jaringan tersebut harus dikelola secara positif agar keberadaan organisasi tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang sosial dan kebangsaan, tetapi juga mampu membuka peluang peningkatan kesejahteraan anggota.
"Pemuda Pancasila saat ini memiliki jaringan yang sangat luas. Ada kalangan pengusaha, berbagai profesi, pelaku UMKM, hingga jaringan olahraga. Semua ini merupakan potensi besar yang harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Pemuda Pancasila," jelasnya.
Baso juga menyinggung kiprah sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Pemuda Pancasila dan berperan dalam organisasi strategis di Jawa Timur, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Menurutnya, keberadaan jaringan tersebut menunjukkan bahwa Pemuda Pancasila memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun kolaborasi lintas profesi dan sektor.
"Kita melihat ada tokoh-tokoh Pemuda Pancasila yang berkiprah di Kadin, PWI Jawa Timur, hingga KONI Jawa Timur. Ini menjadi jaringan yang sangat kuat. Karena itu, kader-kader kita juga harus dipersiapkan agar kelak mampu melanjutkan kepemimpinan dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Jawa Timur," katanya.
Ia berharap jaringan organisasi tersebut dapat dikembangkan melalui pemberdayaan ekonomi, kerja sama usaha, peningkatan keterampilan, pengembangan UMKM, serta pembukaan kesempatan kerja bagi anggota.
Baso menambahkan, pendidikan kader berjenjang merupakan salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi penerus kepemimpinan Pemuda Pancasila.
Menurutnya, kader-kader muda harus mendapatkan pembinaan yang memadai agar mampu melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi sekaligus berperan dalam pembangunan daerah.
"Kita harus mempersiapkan kader-kader berikutnya yang kelak akan menggantikan para pemimpin kita di Jawa Timur. Karena itu, pendidikan kader tidak boleh berhenti pada Diklat Pratama, tetapi harus terus berlanjut," tegasnya.
Namun, Baso mengingatkan bahwa pelaksanaan pendidikan kader harus mengikuti mekanisme dan ketentuan organisasi.
Baca Juga: Silaturahmi Ramadhan, MPC Pemuda Pancasila Surabaya Perkuat Soliditas dan Optimalisasi Posbakum
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Diklat dan penerbitan PIN kaderisasi memerlukan rekomendasi dari Majelis Pimpinan Nasional (MPN) melalui Badan Pelaksana Kaderisasi sesuai aturan yang berlaku.
"Tidak ada batasan waktu tertentu kapan kita harus melaksanakan Diklat berikutnya. Semuanya tergantung kesiapan penyelenggara. Tetapi, pelaksanaannya harus mendapatkan rekomendasi dari BPK di tingkat MPN, termasuk penerbitan PIN kaderisasi. Jadi, MPC maupun MPW tidak bisa menyelenggarakan Diklat secara sembarangan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Baso Juherman secara khusus menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada jajaran Batalyon Infanteri 15 Marinir yang telah memberikan dukungan tenaga instruktur dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.
Menurutnya, keterlibatan instruktur Marinir memberikan kontribusi penting dalam membangun kedisiplinan, ketahanan mental, kekompakan, kepemimpinan, serta jiwa korsa para peserta.
"Atas nama MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Yonif 15 Marinir beserta seluruh instruktur yang telah memberikan pembinaan, pelatihan kedisiplinan, dan pembentukan karakter kepada para kader selama mengikuti Diklat Pratama," ujar Baso.
Ia menilai pendidikan kedisiplinan yang diberikan para instruktur merupakan bekal penting bagi kader untuk menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, serta memiliki komitmen terhadap organisasi, bangsa, dan negara.
Baso juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk memberikan pembekalan materi kepada peserta.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah memberikan ilmu, wawasan, pengalaman, dan motivasi kepada para peserta. Materi yang disampaikan sangat berharga untuk meningkatkan pemahaman ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta kemampuan berorganisasi," tuturnya.
Tidak hanya itu, Baso turut memberikan penghargaan kepada Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) Pemuda Pancasila, jajaran KOTI Mahatidana, seluruh panitia pelaksana, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiel demi terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, BPK, KOTI Mahatidana, dan semua pihak yang telah bekerja keras sejak persiapan hingga penutupan. Keberhasilan kegiatan ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kebersamaan, kerja keras, solidaritas, dan jiwa korsa seluruh keluarga besar Pemuda Pancasila," ungkapnya.
Baso juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kedisiplinan.
Ia optimistis peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dapat memenuhi persyaratan kelulusan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Saya yakin seluruh peserta, insyaallah, dapat dinyatakan lulus. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh selama Diklat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal untuk membesarkan organisasi Pemuda Pancasila," tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Cabang Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) Pemuda Pancasila Kota Surabaya sekaligus Master of Training, Nurdin Longgari, menegaskan bahwa pendidikan kader merupakan proses pembentukan sumber daya manusia organisasi yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan
Baca Juga: Pemuda Pancasila Surabaya Perkuat Struktur dan Kemandirian Ekonomi Lewat Pengukuhan 31 PAC
Menurutnya, keberhasilan Diklat Pratama yang diikuti 308 peserta dari 12 MPC tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pelaksanaan pendidikan kader di seluruh Jawa Timur.
Nurdin berharap MPC lainnya dapat menyelenggarakan kegiatan serupa sehingga proses kaderisasi berjalan lebih merata dan mampu menjangkau anggota Pemuda Pancasila di berbagai kabupaten/kota.
Ia juga mendorong agar peserta yang telah menyelesaikan Diklat Pratama dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Madya dan Utama sesuai mekanisme organisasi.
Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti pada pemberian materi dan sertifikat, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata dalam sikap, karakter, kedisiplinan, serta kemampuan berorganisasi.
Nurdin turut mengapresiasi seluruh peserta, panitia, instruktur, dan narasumber yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan hingga penutupan.
Rangkaian penutupan Diklat Kader Pratama berlangsung dengan sejumlah prosesi, mulai dari upacara penutupan, pelepasan ID card peserta, pembaretan, hingga siraman sakral kepada 12 perwakilan peserta dari masing-masing MPC.
Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya tahapan pendidikan sekaligus menandai tanggung jawab baru para kader untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah diperoleh selama pelatihan.
Sebanyak 12 MPC yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kota Probolinggo.
Selain prosesi penutupan, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang perlombaan yang diselenggarakan selama kegiatan berlangsung.
Penghargaan diberikan antara lain kepada kontingen dengan jumlah peserta terbanyak dan pemenang lomba yel-yel sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat, kreativitas, kekompakan, dan solidaritas peserta.
Kegiatan yang mengusung tema "Meneguhkan Ideologi Pancasila, Membangun Jiwa Korsa, Mewujudkan Kader yang Disiplin dan Berintegritas" tersebut diharapkan mampu melahirkan kader Pemuda Pancasila yang tidak hanya memiliki loyalitas organisasi, tetapi juga berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Keberhasilan Diklat Pratama Pemuda Pancasila se-Jawa Timur Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun regenerasi kepemimpinan, serta mengembangkan jaringan sosial dan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para kader diharapkan mampu membawa semangat kedisiplinan, persaudaraan, dan jiwa korsa ke daerah masing-masing, sekaligus menjadi penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat.
Editor : D1N