Dana Korupsi untuk MBG, LaNyalla: Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat

JAKARTA, HNN - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memanfaatkan dana sitaan dari kejahatan korupsi untuk membantu pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut LaNyalla, kebijakan tersebut mencerminkan prinsip keadilan substantif karena secara nyata mengembalikan hak rakyat yang sebelumnya dirampas oleh para pelaku korupsi.

Baca Juga: LaNyalla: MBG Bukan Sekadar Piring Makan, tapi “Piring Peluang” bagi Ekonomi Daerah

“Saya mendukung. Selain untuk mengurangi beban APBN, pada hakikatnya ini adalah mengembalikan uang rakyat kepada pemilik sahnya, yaitu rakyat itu sendiri melalui program yang langsung diterima masyarakat,” ujar LaNyalla, Kamis (7/6/2026).

Ketua DPD RI ke-5 itu juga mengungkapkan hasil kajian KADIN Indonesia yang menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis telah berkembang menjadi salah satu intervensi publik terbesar dalam sejarah Indonesia modern.

Ia menyebut, sekitar Rp900 miliar berputar setiap hari melalui jaringan dapur MBG, menjadikannya salah satu mekanisme sirkulasi ekonomi berbasis komunitas terbesar yang pernah dibangun negara.

“Ketika pemerintah membelanjakan anggaran melalui MBG, uang tersebut tidak berhenti pada konsumsi akhir. Uang itu mengalir ke sektor produksi, menciptakan permintaan baru, dan mendorong aktivitas ekonomi berulang di sepanjang rantai nilai pangan,” jelasnya.

Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 injeksi anggaran sebesar Rp43,28 triliun mampu menghasilkan dampak output ekonomi hingga Rp294,08 triliun, atau memiliki efek pengganda (multiplier effect) mencapai 1:7.

Namun demikian, LaNyalla mengingatkan pemerintah untuk tidak mengabaikan penguatan rantai pasok bahan baku dalam negeri. Ia menilai ketergantungan pada impor, seperti susu sapi, harus dihindari.

“Pasokan susu sapi kita untuk kebutuhan MBG masih jauh dari cukup. Ini harus dipikirkan serius. Begitu pula bahan baku lainnya. Peternak skala kecil harus dibesarkan,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat berperan sebagai off-taker bagi peternak dan pekebun kecil di desa. Dengan demikian, rantai pasok pangan dapat terbangun dari desa ke dapur MBG secara berkelanjutan.

“Anak-anak di desa harus bisa makan dari hasil panen orang tua mereka sendiri. Rantai pasok ini yang harus dibangun. Koperasi Desa jangan sekadar menjadi minimarket baru yang menjual produk industri besar, karena itu hanya akan membuka pasar bagi pemasok besar di desa,” pungkasnya. (*)

 

 

Baca Juga: LaNyalla Minta Rakyat Percayakan Upaya Presiden Prabowo Soal Board of Peace

 

 

 

 

 

 

Baca Juga: LaNyalla Soroti Tumpahan CPO yang Ancam Kelestarian Pulau Oksigen Gili Iyang

 

 

 

 

 

 

Editor : Redaktur