GRESIK, HNN – Malam itu, GOR Tri Dharma Petrokimia bergemuruh. Bendera dikibarkan, drum ditabuh, dan ribuan pasang mata menatap lapangan dengan satu keyakinan: pesta kemenangan. Namun olahraga selalu menyimpan kejutan. Apa yang tampak sebagai malam perayaan nyaris berubah menjadi ujian nyali, ketika Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dipaksa berperang lima set melawan perlawanan tanpa takut dari Jakarta Livin’ Mandiri pada lanjutan Proliga 2026, Kamis (29/1/2026).
Skor akhir memang mencatat kemenangan tuan rumah 3–2 (25–15, 21–25, 25–21, 22–25, 15–7). Tapi angka tak pernah bisa sepenuhnya menceritakan betapa tipisnya garis antara sorak kemenangan dan sunyi kekecewaan malam itu.
Baca Juga: Surabaya Samator Terlalu Tangguh Bagi Garuda Jaya
Awal yang Meninabobokan
Set pertama milik Gresik. Cepat, tegas, dan nyaris tanpa cela—25–15. Tribun bersorak, seolah laga akan berjalan satu arah. Namun justru di situlah bahaya mengintai. Ritme yang terlalu nyaman membuat konsentrasi sedikit mengendur.
Jakarta Livin’ Mandiri mencium celah itu. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Smash demi smash menghantam pertahanan tuan rumah, memaksa Gresik kehilangan set kedua dan keempat. Skor imbang 2–2. Nafas penonton tertahan. Malam pesta berubah menjadi malam penentuan.
“Kami banyak melakukan kesalahan sendiri di momen krusial,” aku Medi Yoku, lirih namun jujur. “Set penentuan jadi soal fokus dan mental.”
Set Kelima: Saat Keberanian Menentukan
Set kelima adalah panggung keberanian. Di tengah riuh yang nyaris menekan gendang telinga, pelatih Alessandro Lodi berdiri tenang di tepi lapangan. Tangan dinginnya menjadi kompas di tengah badai.
Begitu peluit dibunyikan, Gresik “tancap gas”. Unggul 8–6 saat pergantian tempat, mereka menolak menoleh ke belakang. Setiap poin dirayakan seperti penegasan tekad. Hingga akhirnya, sebuah tip ball cerdik dari Arneta Putri jatuh tepat di ruang kosong pertahanan lawan—15–7. Laga selesai. GOR meledak oleh sorak.
Rekor Sempurna, Tapi Tak Pernah Gratis
Kemenangan itu mengunci enam kemenangan beruntun tanpa cela. Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia kokoh di puncak klasemen dengan 17 poin dan membawa pulang bonus pembinaan Rp30 juta sebagai jawara putaran pertama. Rekor sempurna, ya. Tapi jelas bukan hadiah cuma-cuma.
Kekalahan yang Mengangkat Kepala
Baca Juga: Phonska Plus Pupuk Indonesia Janjikan Sapu Bersih 2 Laga di Kandang
Di seberang net, Jakarta Livin’ Mandiri menelan kekalahan dengan kepala tegak. Kapten Yolla Yuliana menyebut laga ini sebagai bukti bahwa timnya belum habis.
“Kalah 2–3 bukan hasil buruk,” ucap Yolla. “Pemain asing baru kami masih adaptasi, tapi kami bangga bisa memberi perlawanan maksimal.”
Rendah Hati Sang Pemenang
Meski berdiri di puncak, Lodi tak larut dalam euforia. “Evaluasi tetap ada,” katanya singkat. “Kalau lengah, kemenangan seperti ini bisa berubah menjadi pelajaran pahit.”
Malam itu, Gresik merayakan kemenangan. Namun lebih dari sekadar tiga poin, laga ini menghadirkan kisah tentang ketahanan, keberanian, dan keyakinan—bahwa kepahlawanan sejati di lapangan lahir justru saat segalanya nyaris runtuh.
Jadwal Pertandingan Jumat (30/1/2026)
Baca Juga: Napas Perjuangan NPCI Jawa Timur di ASEAN Para Games 2026 di Thailand
16.00 WIB: Jakarta Popsivo Polwan vs Jakarta Electric PLN Mobile
19.00 WIB: Medan Falcons vs Jakarta Pertamina Enduro
(Mochammad Fasichullisan)
Editor : Redaktur