Wadan Kodaeral IX Pimpin Upacara Pakta Integritas Calon Bintara dan Tamtama PK TNI AL Gelombang I TA.2026

Ambon, HNN - Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut lX (Wadan Kodaeral IX), Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi selaku Wakil Ketua Panitia Daerah mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. memimpin Upacara Penandatangan dan Pembacaan Pakta Integritas Calon Bintara dan Tamtama PK TNI AL Gelombang I TA. 2026 di Lapangan Apel Kodaeral IX, Senin (12/1/2026).

Penandatanganan Pakta Integritas ini, merupakan pernyataan tegas dari seluruh panitia seleksi untuk menjalankan proses rekrutmen secara jujur, adil, transparan, dan objektif.

Baca Juga: Asah Naluri Tempur Prajurit, Lanal Aru Gelar Latihan Menembak di Lapangan Tembak Jar Kabaresi

Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya mencegah segala bentuk penyimpangan serta memastikan seluruh tahapan seleksi bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Komandan Kodaeral lX selaku Ketua Panda dalam amanatnya yang dibacakan Wadan Kodaeral lX mengatakan, tahun ini animo masyarakat untuk menjadi prajurit TNl AL sangat tinggi, hal ini dibuktikan dengan ratusan peserta yang mendaftar.

Baca Juga: Hari Jadi Ke-451 Kota Ambon, Dansathantai Kodaeral IX Ikuti Amboina Colour Fun Walk

Sedikitnya 393 calon Bintara Pria/Wanita Prajurit Karier (PK) dan 268 peserta calon Tamtama PK TNI AL yang mendaftar dan mengikuti validasi di Mako Kodaeral IX, Kota Ambon, Maluku ini.

Ia menegaskan, melalui penandatanganan pakta integritas ini, diharapkan seluruh proses seleksi dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta menghasilkan calon prajurit TNI AL yang unggul, tangguh, dan berintegritas tinggi.

Baca Juga: TNI AL Ajak Pelajar Pulau Buru Berburu Sampah Bersihkan Pantai Jikumerasa

"Semangat ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia yang profesional dan dapat diandalkan dimasa depan," pungkasnya.
(pen)

Editor : D1N

Opini   

Jejak Sunyi di Tiga Pintu

Oleh: Adi Suparto Tidak semua yang terjadi dalam sistem pengawasan negara terlihat di permukaan. Sebagian berjalan pelan, nyaris tak terdengar,…