SURABAYA, HNN – Atlet Jawa Timur kini mendapat layanan kesehatan khusus melalui Sport Clinic hasil kolaborasi KONI Jatim dan RS Ubaya. Klinik ini menjadi langkah strategis dalam pencegahan dan pemulihan cedera olahraga.
Ketua Umum KONI Jatim, M. Nabil, menegaskan bahwa kehadiran Sport Clinic menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia olahraga prestasi.
Baca Juga: KONI Jatim Memperkuat Pembinaan Cabor Beladiri Usai Evaluasi PON Kudus 2025
“Pertama, kita ingin mengantisipasi agar atlet tidak cedera. Kedua, memperkecil risiko cedera. Dan ketiga, mempercepat proses penyembuhan cedera itu sendiri,” ujar Nabil usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan RS Ubaya Surabaya, Senin (9/9/2025).
Menurut Nabil, RS Ubaya telah menyiapkan fasilitas modern dan akses prioritas untuk atlet. “Ada jalur khusus, ruang perawatan eksklusif, hingga pelayanan tanpa antre. Ini adalah bentuk karpet merah bagi atlet Jatim agar mereka merasa nyaman dan cepat mendapatkan layanan medis,” tambahnya.
Baca Juga: Lawan Keok, Arderio Hukom Menang Aklamasi Pimpin KONI Surabaya 2025–2029
Lebih dari sekadar layanan kesehatan, Sport Clinic juga dirancang sebagai pusat riset dan kajian ilmiah terkait penanganan cedera olahraga. Kolaborasi lintas disiplin akan melibatkan dokter ortopedi, spesialis gizi, traumatologi, hingga psikologi olahraga, sehingga diharapkan mampu meningkatkan performa sekaligus menjaga kesehatan atlet secara menyeluruh.
Direktur Utama RS Ubaya, Wenny Retno Sarie Lestari, menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam mendukung pembinaan olahraga di Jawa Timur.
“Kami memberikan pelayanan komprehensif, mulai dari preventif, promotif, kuratif, hingga rehabilitatif. Prinsipnya, kami ingin memastikan atlet Jatim berprestasi dengan kondisi fisik dan mental terbaik,” jelas Wenny.
Baca Juga: Hanya Muhammad Nabil Ambil Formulir, Tahapan Penjaringan Caketum KONI Jatim Resmi Ditutup
Kerja sama ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia antara KONI provinsi dengan rumah sakit dalam pengelolaan Sport Clinic. Saat ini, RS Ubaya juga telah bermitra dengan sekitar 15 cabang olahraga (cabor) di Jawa Timur.
Dengan hadirnya Sport Clinic ini, diharapkan atlet-atlet Jawa Timur bisa lebih fokus mengejar prestasi tanpa dihantui risiko cedera yang dapat menghambat karier mereka. (d43n9)
Editor : Redaktur