Bongkar Pabrik Dolomit Ilegal, Khalilur Tantang Aparat Tegakkan Hukum

Surabaya, HNN – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy memulai perjalanannya dari Surabaya menuju Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Senin (25/8/2025). Agenda utamanya adalah melakukan survei langsung ke sejumlah konsesi tambang dolomit yang dimilikinya, sekaligus meninjau tiga lokasi lahan calon pembangunan pabrik dolomit.

Hasil survei di tiga lokasi tambang menunjukkan fakta mencengangkan. Potensi kandungan dolomit di wilayah tersebut dinilai sangat besar, dengan kedalaman mencapai sekitar 50 meter dan estimasi deposit hingga ratusan juta ton.

Baca Juga: Dari Tanah untuk Tanah: Gus Lilur Hadirkan SATARA, Sahabat Tanah Nusantara

“Saya teringat para sahabat pengusaha batubara di Kalimantan Selatan yang kini menjadi konglomerat berangkat dari kedalaman batubara 40 meter. Dolomit justru punya margin lebih tinggi dibanding batubara mereka,” ujar Khalilur.

Menurutnya, harga dolomit mess 100 saat ini berkisar Rp600 ribu per ton dengan biaya produksi maksimal Rp250 ribu. Artinya, margin bersih yang bisa diperoleh mencapai Rp350 ribu per ton, jauh lebih besar dibanding margin batubara berkalori rendah. Dengan pabrik berkapasitas produksi satu juta ton per bulan, potensi omzet bisa menembus Rp600 miliar setiap bulan.

Di Kabupaten Gresik, IUP OP tambang dolomit terbilang langka. Dari hanya tiga IUP OP yang ada, salah satunya dimiliki Khalilur. Ia mengklaim memegang 17 blok tambang di Gresik, beberapa sudah berproses menuju izin eksploitasi, dan menjadi pemilik tambang dolomit terbanyak di Lamongan.

Namun, Khalilur menyoroti fenomena maraknya pabrik dolomit ilegal di Kecamatan Panceng. Berdasarkan pengamatannya, ada sekitar 12 pabrik dolomit berdiri kokoh tanpa memiliki konsesi tambang resmi, dan selama bertahun-tahun disebut memperoleh pasokan dari tambang ilegal.

“Pasar utama mereka adalah Kementerian Pertanian dan jutaan hektar perkebunan sawit. Ironisnya, suplai tersebut justru ilegal,” tegasnya.

Baca Juga: Gus Lilur: Dari Pesantren ke Samudra, Santri Lanjutkan Jihad Melalui Ketahanan Pangan

Ia mendorong aparat penegak hukum Polri, Kejaksaan, hingga KPK untuk segera menindak rantai pasok ilegal tersebut.

“Kalau penertiban benar-benar dilakukan, maka hanya tambang legal yang tersisa. Dan saya adalah salah satunya,” ujarnya.

Di sela aktivitas lapangan, Khalilur menyampaikan doanya agar kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat benar-benar membawa kemakmuran rakyat.

Baca Juga: Pengusaha Perikanan Usulkan ke Presiden Prabowo: Ganti Ekspor Benih dengan Lobster 50 Gram

“Ya Allah, negeriku ini Engkau buat kaya, tapi rakyatnya masih miskin papa. Beri hamba kekuatan untuk membawa rakyat Indonesia bahagia melalui pendidikan dan tebalnya keimanan,” doa Khalilur.

Ia menutup keterangannya dengan pesan kebangsaan: “Salam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Dengan potensi ratusan juta ton dolomit di tangan, Khalilur yakin dirinya siap mengibarkan nama sebagai “Raja Dolomit Nusantara". (d43n9) 

Editor : Redaktur