Zohri Manusia Tercepat Asia Tenggara, di ASEAN University Games XXI 2024

SURABAYA, HNN - Pelari jarak pendek Indonesia, Lalu Muhammad Zohri membuktikan kecepatannya sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara pada pesta olahraga mahasiswa se Asia Tenggara , Asean University Games (AUG) 2024. Zohri tidak hanya tercepat tapi juga menyumbang pundi medali emas bagi kontingen mahasiswa Indonesia.

Medali emas itu di peroleh Zohri usai menjadi yang tercepat di nomor bergengsuli lari 100 M Putra yang berlangsung di Lapangan Atletik Internasional Unesa, Surabaya, pada Selasa 2 Juli 2024.

Baca Juga: Pelantikan PGSI Jatim, Ketua Umum Koni Jatim, M Nabil Berharap Gulat Juara Umum PONĀ 

Dalam perlombaan tersebut Zohri tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 10,19 detik. Zohri mengungguli pelari asal Malaysia Aliff Mohd Fahimi yang hanya mencatat waktu 10,37 detik. Posisi ketiga atau medali perunggu di raih Jaelani Fatah Sidik asal Indonesia yang mencatatkan waktu 10,59 detik.

Baca Juga: Langkah Strategis IWbA Jatim: Tulungagung Jadi Saksi Lahirnya Bintang Baru Woodball Jawa Timur

Menanggapi hasil tersebut, Zohri mengaku cukup puas meski catatan waktunya tidak terlalu istimewa di karenkan saat tampil di final kondisinya tidak terlalu fit.

"Alhamdulillah bisa sampai final meski kondisi badan kurang fit. Karena ini partai final saya paksain untuk tampil. Merasa meriang kayak panas banget," ungkap Zohri.
Di event ini, pelari asal Universitas Mandalika Mataram Nusa Tenggara Barat itu mengaku tidak ada target namun hanya berusaha memberi yang terbaik bagi Indonesia.
"Tidak ada target sih, ya cuma buat uji coba terakhir biar nanti di Olimpiade tidak tegang-tegang amat," ujarnya.

Baca Juga: Popsivo Tumpul di Poin Krusial, Phonska Plus Menang Telak 3-0

Lebih lanjut Zohri yang pernah mencatatkan dirinya sebagai manusia tercepat dunia U20 mengatakan, ajang ini menjadi ajang terakhirnya sebelum membela Indonesia pada ajang Olimpiade 2024 di Paris. Pasca event ini, ia lebih memilih fokus berlatih untuk meningkatkan performanya.(Mochammad Fasichullisan).

Editor : Redaktur