Ketua DPC PBB Surabaya Samsurin: MA Ibarat Sinetron Yang Lagi Booming

Harian Nasional News
Samsurin Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang Kota Surabaya

Surabaya, HNN - Suhu politik di Surabaya kian menghangat, konstelasi politik menjelang Pilwali Surabaya makin meningkat. Konsolidasi pun dibangun, tak hanya oleh partai politik yang memiliki kursi di parlement. Tapi juga partai politik non parlemen.

Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya, Samsurin angkat bicara terkait Pilwali kota Surabaya 2020, ia menjelaskan bahwa potensi partai non parlemen di kota surabaya dalam hiruk pikuk Pilwali 2020, "Kita ini partai yang punya gressroot yang jelas. Punya kader dibawah yang siap melaksanakan komando. Kalau para kandidat itu cerdas membaca potensi ( parpol non parlemen ) pastilah salah satu diantara mereka yang sudah di usung para pemilik kursi diparlemen akan menjalin komunikasi dengan partai non parlemen," ujarnya Samsurin, senin (6/7/2020).

Baca juga: GELAR TIKAR PARTAI BULAN BINTANG SURABAYA DIMINATI WARGA

Ketika ditanya bagaimana dengan Mahfud Arifin. Surin menjawab, "MA ini kan ibarat kata sinetron yang lagi booming di stasiun tivi swasta. Serial serial yang di pertontonkan sangat menarik dan selalu warga Surabaya ingin terus penasaran dengan serial kelanjutannya", ungkapnya.

Surin menambahkan, sebuah sinetron itu sangat asyik ditonton saat kita berkumpul dengan keluarga pada waktu dirumah. Tapi ketika orang keluar rumah dan banyak menghadapi problem sosial apalagi saat masa pandemi. Apa mereka ingat terus pada sinetron fovoritnya. Siapa yang tidak terjamah MA didunia maya. Semua hampir dikunjungi MA di dunia maya. Orang akrab dengan inisial MA. Tapi sayang serial ini tidak menemukan happy ending .

"Saya kawatir wong suroboyo akan jenuh dan meninggalkan serial tivi MA mencari alternative tontonan baru . Koalisi partai pengusung MA harus segera ending . Segera memastikan pasangan agar tidak jomblo dikemudian hari", tambahnya.

Baca juga: PBB Surabaya Minta Pemkot Cabut Larangan UMKM Berjualan

Lanjut Surin, bebera hari ini PDIP kan mau bersikap. Ketika akan bersikap, bisa jadi Sikap PDIP akan membuat partai pengusung MA baper .

"Nah parpol non parlement yang selama ini duduk manis dengan total suara 7,1 persen. Akan menjadi kurator bagi kandidat- kandidat yang akan maju Pilwali 2020 kota surabaya", ucap Surin.

"Kekuatan 7,1 persen ini bukan main main lho... sama dengan 1 fraksi jika ada fusi gabungan partai, non parlemen ini kekuatan yang bisa menjadi vitamin 7 menit terakhir babak kedua pertandingan bola. Ha..ha..ha..", katanya.

Baca juga: PBB Gagas Pertemuan Eri Cahyadi Dengan Pengusaha Jasa Konstruksi

Kalau PSI gimana ? Tanya media kepada Surin, "idealisme Partai PSI yang saya anggap seperti katak dalam tempurung suksesi kota surabaya ini', jawabnya.

"Menurut saya ibarat ice cream dia sebagai menu tombo amis. Mau dilahab silahkan gak mau dilahap ya tidak apa apa. Diajak gabung semakin elit gak diajakpun dia juga gak bakal ditinggal konstituennya. Kan lumbung suara PSI itu lumbung suara parlement. Beda dengan suara partai non parlement. Partai partai non parlemen ini kan sudah teruji di PHP tapi tetap konsisten dengan visi misinya yang tetap melayani rakyat. Begitu kalimat penutup yang disampaikan Surin Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya, yang juga ketua OKK MPC Pemuda pancasila kota Surabaya. (*)

Editor : Redaktur

PERISTIWA
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru