Oleh: HRM. Khalilur R Ab. S
Petang ini Kita kaget bukan main, ada berita liar tersebar:
Baca juga: HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawy: Rais Aam dan Tanggung Jawab Keilmuan
POLRI VS KEJAKSAAN AGUNG PERANG.
Benarkah?
Ternyata tidak.
Ternyata BUKAN PERANG ANTAR INSTITUSI, melainkan hanya ulah segelintir Oknum yang kurang mawas diri, kurang pintar berkaca, terlalu jumawa, tanpa disadari menepuk air didulang terpercik muka sendiri.
Semua dipicu oleh salah mengambil momentum, gagal berkoordinasi, lalu merasa hebat sendiri, apa itu?
LEMPARAN NODA PADA HARI BHAYANGKARA.
Ketika 1 Juli sejak pagi hingga siang POLRI meyarakan hari jadi POLRI secara megah, dihadiri Presiden, Wapres dan banyak Petinggi Negeri, pada petang hari JAMPIDSUS merilis Panangkapan dan Penahanan Perwira Tinggi Polri di Kasus MBG.
Apa POLRI tidak terima Perwira Polri ditetapkan sbg TERSANGKA Korupsi oleh Kejaksaan Agung?
Baca juga: HRM Khalilur Nilai PBNU Perlu Figur Pemersatu, Soroti Dinamika Kepemimpinan
BUKAN !!!
POLRI merasa dinista dan dihina krn penangkapan itu seperti sengaja digunakan utk menghina Polri, dipaskan Hari Bhayangkara, Perwira Polri dijadikan Tersangka, HADIAH HINA BUAT HARI JADI BHAYANGKARA.
Ini pembelajaran, kalau kotor jangan sok hebat, jangan jumawa, apalagi menista Institusi lainnya yg mestinya bersinergi, bersama menjayakan Bangsa.
Ini ujian kecil bagi Presiden RI, utk merukunkan kembali Para Pembantunya agar berpadu bukan beradu, bersama bahu membahu memabngun bangsa maju.
Kasus Korupsi yg menjerat Petinggi Kejaksaan biarla dituntaskan, Presiden RI harus segera bertindak cepat merukunkan Kejaksaan dan Polri.
Baca juga: Piagam Jakarta Jadi Inspirasi, Gus Lilur Dorong Muktamar NU Utamakan Persatuan
Selamat bekerja Bapak Presiden RI !!!
Saya percaya Anda Presiden Indonesia Raya.
Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
HRM. Khalilur R Ab. S
Penulis Buku Prabowo untuk Indonesia Raya
Editor : D1N