Ahmad Dhani Soroti Renovasi Kolam Kertajaya Molor, MARAK Siap Surati KPK

Reporter : Redaktur

SURABAYA, HNN - Polemik renovasi Kolam Renang Kertajaya Surabaya semakin memanas. Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo, melontarkan kritik keras terhadap lambannya penyelesaian proyek renovasi fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut yang hingga kini belum juga tuntas meski telah berjalan lebih dari satu tahun.

Menurut Ahmad Dhani, keterlambatan proyek tersebut tidak masuk akal apabila hanya sebatas pekerjaan renovasi. Ia menilai lemahnya perencanaan dan pengawasan proyek menjadi penyebab utama molornya penyelesaian kolam renang yang selama ini menjadi pusat pembinaan atlet akuatik Jawa Timur.

Baca juga: LaNyalla Warning Pemprov Jatim, Raperda Olahraga Jangan Langgar UU, KONI Bukan Bawahan Dispora

“Saya punya pengalaman membangun kolam renang pribadi saja tidak sampai satu tahun. Harusnya kalau hanya renovasi, sebenarnya tidak lebih dari setahun sudah selesai total. Ini sudah melewati jadwal, tapi hasilnya belum maksimal,” ujar Dhani saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Politisi yang juga pentolan grup band Dewa 19 itu menegaskan, dampak keterlambatan proyek tidak bisa dianggap sepele karena langsung mengganggu proses pembinaan atlet.

Akibat Kolam Renang Kertajaya belum dapat digunakan, sejumlah klub renang, atlet kelompok umur, hingga atlet senior yang tergabung dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) terpaksa berpindah tempat latihan ke kolam lain dengan biaya lebih tinggi dan fasilitas yang dinilai tidak setara.

“Ini sangat mengganggu persiapan atlet. Ada tiga cabang olahraga akuatik yang akhirnya harus mengungsi ke tempat lain. Kasihan atlet-atlet Surabaya dan Jawa Timur yang sangat membutuhkan fasilitas ini,” tegasnya.

Ahmad Dhani juga memastikan akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek dalam waktu dekat guna mengetahui secara pasti akar persoalan keterlambatan renovasi tersebut.

“Minggu ini saya akan sidak langsung ke lokasi agar diketahui apa sebenarnya masalahnya, kendalanya di mana, dan siapa yang bertanggung jawab,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, molornya renovasi Kolam Renang Kertajaya diduga berkaitan dengan lemahnya perencanaan anggaran proyek. Dari total anggaran sekitar Rp2 miliar, sebagian dana disebut justru dialokasikan untuk pekerjaan penunjang seperti penggantian kusen pintu, pengecatan gedung, hingga relokasi pos jaga.

Baca juga: Sinkronisasi UU Dipersoalkan, Raperda Olahraga Jatim Dinilai Abaikan KONI

Sementara alokasi untuk renovasi kolam inti disebut hanya sekitar Rp400 juta dan dinilai belum mencukupi kebutuhan penyelesaian proyek secara keseluruhan. Kondisi tersebut membuat kelanjutan pekerjaan kini disebut masih menunggu tambahan anggaran melalui PAPBD 2026.

Sorotan keras juga datang dari Mata Rakyat Anti Korupsi. Koordinator Wilayah Jawa Timur MARAK, D Melanie, SH. , menilai lambannya progres renovasi Kolam Renang Kertajaya patut menjadi perhatian serius karena proyek tersebut menggunakan uang negara.

“PPTK proyek, Arif Eko Wahyudi, dan KPA Dispora Jatim, Vitri Rahmawati, hingga kini belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi wartawan  terkait progres renovasi Kolam Renang Kertajaya. Sikap diam ini justru memunculkan pertanyaan publik,” tegas Melanie.

Menurutnya, pejabat pelaksana proyek seharusnya terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah publik.

“Kalau proyek berjalan baik, seharusnya tidak perlu takut memberi penjelasan kepada wartawan atau publik. Jangan sampai uang rakyat dipertanyakan karena lemahnya transparansi,” ujarnya.

Baca juga: KPK “Kunci” Anggaran Mojokerto, Rp43,8 Miliar Terhindar dari Potensi Penyimpangan

MARAK bahkan memastikan akan mengambil langkah konkret dengan melayangkan surat resmi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk meminta dilakukan kroscek terhadap proyek renovasi tersebut.

“Kami akan bersurat ke KPK agar proyek ini dikroscek secara menyeluruh, mulai anggaran, progres pekerjaan, hingga pengawasannya. Ini demi memastikan tidak ada potensi penyimpangan dalam penggunaan uang rakyat,” pungkasnya.

Molornya renovasi Kolam Renang Kertajaya kini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas perencanaan proyek, akurasi penyusunan anggaran, hingga prioritas penggunaan dana terhadap fasilitas olahraga strategis milik pemerintah daerah.

Publik pun mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Dispora Jatim segera mengambil langkah konkret agar proyek tersebut tidak terus berlarut-larut dan semakin merugikan pembinaan olahraga prestasi di Jawa Timur. (d43ng) 

Editor : Redaktur

PERISTIWA
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru