SURABAYA, HNN – Stadion Gelora Bung Tomo akan menjadi panggung pertaruhan dua tim besar yang sama-sama tengah berada dalam tekanan pada pekan ke-23 BRI Liga 1, Rabu (25/2/2026) malam. Duel antara kontra ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertarungan harga diri di tengah situasi yang tak ideal bagi kedua kubu.
Tim berjuluk Green Force sedang berada dalam fase sulit. Dua kekalahan beruntun membuat mental skuad tergerus. Kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di kandang sendiri disusul tumbangnya mereka 1-3 dari Persijap Jepara menjadi alarm serius bagi tim Kota Pahlawan.
Tekanan makin berat karena Persebaya tak bisa tampil dengan kekuatan terbaik. Dua pemain kunci, Rachmat Irianto dan Roni Firmansyah, harus absen akibat hukuman kartu. Sejumlah pemain lain juga belum sepenuhnya pulih dari cedera, membuat komposisi tim tidak ideal saat menjamu lawan berat seperti PSM.
Adu Strategi Dua Pelatih dalam Tekanan
Laga ini juga menjadi ujian bagi pelatih . Posisi Tavares disebut-sebut mulai berada di bawah sorotan tajam. Hasil negatif di kandang bisa semakin memperbesar tekanan terhadap juru taktik asal Portugal tersebut.
Di kubu tamu, datang dengan misi tak kalah penting. Performa PSM juga sedang inkonsisten setelah hasil kurang memuaskan dalam dua laga terakhir. Tim berjuluk Juku Eja itu berambisi memanfaatkan situasi sulit tuan rumah untuk mencuri poin sekaligus mengembalikan kepercayaan diri.
Bangkit atau Semakin Terpuruk?
Atmosfer Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan bagi Persebaya untuk bangkit. Namun PSM bukan lawan yang mudah ditaklukkan, terlebih saat mereka sedang haus pembuktian.
Pertandingan ini berpotensi berlangsung sengit sejak menit awal. Tim yang mampu menjaga fokus, disiplin, dan memaksimalkan peluang kemungkinan besar akan keluar sebagai pemenang.
Satu hal yang pasti, laga ini bisa menjadi titik balik — atau justru awal dari tekanan yang lebih besar bagi pihak yang kalah.
(M Fasichullisan)
Editor : Redaktur