Polri Ungkap 38.934 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Sita 197 Ton Barang Bukti

Jakarta, hariannasionalnews.com – Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Bareskrim Polri bersama jajaran Polda di seluruh Indonesia berhasil mengungkap 38.934 kasus tindak pidana narkoba dengan total 51.763 tersangka. Dari jumlah tersebut, 157 di antaranya merupakan warga negara asing dan 150 merupakan anak di bawah umur.

Barang bukti yang disita mencapai total 197,71 ton, terdiri dari 184,64 ton ganja, 6,95 ton sabu, lebih dari 1,4 juta butir ekstasi, serta sejumlah narkotika lain seperti kokain dan heroin.

Baca Juga: Bareskrim Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden, Listyo Sigit Prabowo dan Dua Jenderal Terseret 

Selain menindak jaringan peredaran gelap narkoba, Polri juga berhasil mengungkap 22 kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika. Dari kasus tersebut, penyidik menyita aset senilai Rp221,38 miliar.

Baca Juga: Unggahan Facebook Berujung Tersangka, Anggota DPD RI RAF Dijerat UU ITE

Langkah penegakan hukum itu turut diimbangi pendekatan kemanusiaan. Sebanyak 1.072 pengguna narkoba telah menjalani rehabilitasi melalui mekanisme restorative justice sebagai bagian dari strategi Polri memutus rantai penyalahgunaan narkotika.

“Keberhasilan ini merupakan hasil nyata sinergi lintas lembaga, mulai dari BNN, Bea Cukai, Kemenkumham, hingga TNI dan instansi penegak hukum lainnya. Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi yang kuat,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahar Diantono, M.Si., dalam konferensi pers di Aula Awaloeddin Djamin, Gedung Bareskrim Polri, Rabu (22/10).

Baca Juga: Brigjen Pol. Muhammad Irhamni: Simposium Auriga Jadi Referensi Penegakan Hukum SDA-LH

Polri menegaskan akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor, sekaligus memprioritaskan pencegahan dan penindakan terhadap jaringan internasional. “Perang melawan narkoba tidak boleh kendor. Ini tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa,” tegas Komjen Syahar. (d43n9) 

Editor : D1N

Esai   

Penyadapan Presiden Prabowo: Aroma Makar dari Lingkar Kekuasaan?

Ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada musuh yang secara terbuka menentang kekuasaan. Yakni ketika ancaman justru diduga lahir dari orang-orang yang pernah dipercaya menjaga keamanan negara, memahami rahasia pemerintahan, dan memiliki akses…