Di Tengah Normalisasi BBM Bali, Pertamina Ingatkan Bahaya Penimbunan BBM Subsidi

DENPASAR, HNN – PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan optimalisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Bali guna mempercepat proses normalisasi distribusi. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan dan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal.

Di tengah proses normalisasi tersebut, Pertamina mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan ataupun penyalahgunaan BBM bersubsidi. Tindakan tersebut dinilai dapat menghambat distribusi sekaligus mengurangi akses masyarakat yang memang berhak mendapatkan BBM subsidi.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penggunaan BBM bersubsidi harus sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya.

“Di tengah upaya normalisasi distribusi BBM di Bali, kami berharap masyarakat dapat mendukung kelancaran penyaluran energi dengan menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Penimbunan maupun pembelian BBM subsidi untuk dijual kembali secara ilegal dapat mengganggu distribusi dan merugikan masyarakat yang berhak,” ujar Kitty.

Pertamina juga meminta masyarakat yang menemukan dugaan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk segera melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135. Laporan dapat dilengkapi dengan informasi serta bukti pendukung, seperti foto kendaraan dan nomor polisi (nopol), agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Penyalahgunaan dalam pengangkutan dan/atau niaga BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah juga dapat berujung pada sanksi hukum. Mengacu pada Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, pelanggaran tersebut dapat dikenai pidana penjara paling lama enam tahun serta denda maksimal Rp60 miliar.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi BBM di Bali berjalan lancar. Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan penyaluran BBM bersubsidi dapat berlangsung secara tepat sasaran. 

Editor : D1N