Surabaya,HNN - Pameran buku international Big Bad Wolf 2026 resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, Kamis (29/1). Hadirnya orang nomor satu di dunia Pendidikan Jawa Timur menandai dimulainya kembali salah satu gelaran literasi terbesar di Indonesia, yang pada tahun ini memasuki momentum spesial 10 tahun penyelenggaraan Big Bad Wolf, (29 Januari 2026).
Pembukaan acara ini turut didampingi oleh Andrew Yap, Founder Big Bad Wolf, yang secara langsung menyambut antusiasme masyarakat Jawa Timur terhadap hadirnya kembali pameran buku berskala internasional tersebut.
Baca Juga: Aries Agung Paewai: SPI 2026 Jadi Cermin Kejujuran Dunia Pendidikan Jawa Timur
Dalam sambutannya, Aries menyebut dibukanya Big Bad Wolf 2026 menjadi harapa dalam semangat literasi di Jawa Timur agar semakin menggeliat. Tak hanya itu, pameran buku international terbesar ini juga diharapkan menghadirkan inspirasi baru, dan menjadi langkah besar untuk menjadikan pendidikan Jatim lebih progresif serta dekat dengan generasi milenial.
"Upaya peningkatan literasi tidak hanya berfokus pada menghadirkan buku murah dan berkualitas, tetapi juga menciptakan pengalaman membaca yang inspiratif dan menyenangkan bagi keluarga, pelajar, dan masyarakat umum,"ujar Aries.
Usai membuka acara secara resmi, Kadindik Jatim meninjau area pameran yang menampilkan ribuan judul buku dari berbagai kategori, mulai dari literatur anak, pengetahuan umum, pengembangan diri, sains populer, hingga karya internasional terkemuka.
Kadindik lulusan IPDN ini menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas kurasi buku yang dihadirkan tahun ini, termasuk variasi konten yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran modern dan perkembangan literasi digital.
Kadindik juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Jawa Timur, khususnya generasi muda Surabaya, yang terlihat memadati area bazar sejak dibuka. Antusiasme ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Jawa Timur terus meningkat dan semakin progresif.
Bazar Buku Big Bad Wolf 2026 diharapkan dapat menjadi ruang inspiratif bagi seluruh keluarga dan generasi muda Jawa Timur. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, gelombang literasi baru ini diharapkan mampu menciptakan SDM Jawa Timur yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya saing global.
Editor : Redaktur