Surabaya, HNN - Anggota Raimas Satshabara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil mengamakan 7 orang anak yang di duga akan melakukan aksi tawuran di jalana Kedung Cowek Surabaya, jumat (10/04/2020) dini hari.
Dari 7 orang anak yang dimakan petugas ini merupakan komplotan gengster yang terdiri dari gengster R.W.S (Rombongan Wong Sangar), P.A.I (Pasukan Asal Ikut) dan B.R.I (Barisan Remaja Istimewa).
Baca juga: Terbongkar! Perdagangan Ilegal Sianida di Surabaya, Polisi Sita Ribuan Drum Berbahaya
"Mereka diketahui bernama M. RM (14), warga Jalan Nambangan Surabaya, M. IQ (16), warga jalan Pogot Surabaya, M. A.A (16),warga Jalan Nambangan Surabaya, M. S (16), warga Dukuh Setro Surabaya, A VP (13), warga Dukuh Setro Surabaya, A DM (15), warga Jalan Kedinding Tengah Surabaya, dan R A (17), warga Jalan Kalimas Surabaya." Sebut Kasat Shabara Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Windu Priyoprayitno, S.H, Sabtu (11/04/2020).
Lanjut, Windu menjelaskan, Dari 7 orang anak yang di amankan ini berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa akan ada remaja yang melakukan aksi tawuran di jalan bulak rukem surabaya.
"Berdasarkan laporan tersebut, petugas langung melakukan partoli disekitar wilayah dan ternyata benar bahwa saat itu terlihat ada segerombolan pemuda yang akan melakukan tawuran." terang Windu.
Baca juga: Antusias Warga Datang Ke Polsek Simokerto Untuk Mendapatkan Jum'at Berkah
Begitu dilakukan penyergapan oleh petugas, diantaranya dari 7 orang anak ini kedapatam membawa senjata tajam dan sejumlah petasan yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
"Sedangkan barang bukti 2 buah sebilah clurit, 1 petasan (jenis peledak), 1 sabuk gasper, 1 sebilah pedang (badik) yang akan di gunakan untuk tawuran"tambah Windu.
Baca juga: Suprambodo Residivis Curanmor Berhasil Diringkus Polsek Wonokromo
Selanjutnya, 7 orang anak yang diduga melakukan aksi tawuran ini kini sudah di amankan dan di bawa ke Mako Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.
"Sementara diproses, kami juga melakuka pemanggilan masing-masing orang tua mereka untuk membuat pernyataan agar tidak di ulangi kembali dan agar para orang tua mwtaka ini lebih berhati-hati untuk mengawasi anak-anaknya" pungkasnya. @ pen
Editor : Redaktur