Eddyso Kritik Perubahan Mendadak Porprov NTB: Atlet Jangan Jadi Korban Manajemen

Reporter : D1N
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia NTB, Eddy Sofyan bersama Ketua Pengkab Muaythai Sumbawa, Sahruddin Sandy LB

MATARAM, HNN – Pelaksanaan cabang olahraga Muaythai pada Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (Porprov NTB) 2026 menuai sorotan. Pengurus Kabupaten (Pengkab) Muaythai Sumbawa menilai penyelenggaraan belum berjalan secara transparan dan profesional setelah terjadi perubahan jadwal pertandingan serta perpindahan venue tanpa koordinasi yang memadai dengan cabang olahraga.

Ketua Pengkab Muaythai Sumbawa, Sahruddin Sandy LB, mengatakan perubahan jadwal dan lokasi pertandingan dilakukan secara sepihak sehingga berdampak pada kesiapan atlet maupun kontingen.

Baca juga: Dari Jawa Timur ke Dunia, Elijah Hinzman Raih Perak IFMA World Championships

"Jadwal pertandingan yang semula direncanakan berlangsung pada 14 Juli 2026 diubah menjadi 19 Juli 2026. Venue pertandingan juga dipindahkan. Semua perubahan itu kami ketahui setelah keputusannya sudah ditetapkan," ujar Sahruddin.

Menurutnya, perubahan tersebut mengacaukan program latihan yang telah disusun berdasarkan jadwal awal. Selain itu, persiapan logistik, transportasi, akomodasi, hingga kondisi psikologis atlet ikut terdampak akibat perubahan yang dilakukan secara mendadak.

"Kami seperti tidak dianggap sebagai mitra. Seharusnya setiap perubahan teknis dikomunikasikan terlebih dahulu dengan cabang olahraga. Ini menyangkut persiapan atlet yang telah kami rencanakan jauh-jauh hari," tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia NTB, Eddy Sofyan yang akrab disapa Eddyso, menyayangkan perubahan jadwal dan venue yang dinilai dilakukan tanpa memperhatikan kesiapan kontingen dari berbagai daerah.

Menurut Eddyso, sejumlah Pengkab Muaythai berada di wilayah kepulauan, termasuk Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kabupaten Bima, sehingga seluruh kontingen telah jauh-jauh hari mengurus izin keberangkatan, memesan tiket transportasi laut maupun udara, serta melakukan pemesanan hotel dan akomodasi sesuai jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan.

Baca juga: Baso Juherman: Saatnya Atlet Muaythai Jatim Tunjukkan Taring di Panggung Dunia

"Perubahan jadwal dan venue yang dilakukan secara mendadak bukan hanya persoalan administrasi. Banyak kontingen berasal dari luar Pulau Lombok yang telah mengeluarkan biaya untuk tiket perjalanan, penginapan, hingga pengaturan izin kerja maupun sekolah atlet. Kebijakan seperti ini berpotensi menimbulkan kerugian materiil sekaligus mengganggu fokus atlet menjelang pertandingan," ujar Eddyso.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang multi-event seperti Porprov semestinya mengedepankan kepastian jadwal, komunikasi yang terbuka, dan koordinasi dengan seluruh cabang olahraga.

"Atlet adalah pihak yang paling dirugikan jika manajemen penyelenggaraan berubah-ubah. Jangan sampai semangat mereka mengejar prestasi justru terhambat akibat lemahnya tata kelola. Profesionalisme penyelenggara harus menjadi prioritas agar kepercayaan terhadap Porprov tetap terjaga," tegasnya.

Pengkab Muaythai Sumbawa menilai pelaksanaan Porprov NTB tahun ini belum sepenuhnya mencerminkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme yang seharusnya menjadi dasar penyelenggaraan olahraga prestasi.

Baca juga: Merah Putih Siap Mengguncang World Muay Championship 2026 di Malaysia

Karena itu, Pengkab Muaythai Sumbawa mendesak KONI NTB untuk segera melakukan evaluasi dengan mengembalikan mekanisme koordinasi yang melibatkan cabang olahraga dalam setiap perubahan jadwal maupun venue pertandingan, memperbaiki sistem komunikasi penyelenggaraan agar tidak merugikan atlet dan kontingen, serta menjunjung profesionalisme dengan menghargai seluruh cabang olahraga sebagai mitra strategis dalam pembinaan prestasi daerah.

"Atlet kami sudah berlatih keras selama berbulan-bulan untuk mengharumkan nama daerah. Jangan sampai perjuangan mereka dikorbankan hanya karena lemahnya manajemen dan minimnya komunikasi. Kami berharap kejadian seperti ini tidak kembali terulang," pungkas Sahruddin Sandy LB.

Pengkab Muaythai Sumbawa berharap KONI NTB segera melakukan pembenahan agar pelaksanaan Porprov NTB dapat berlangsung lebih tertib, profesional, menjunjung prinsip keadilan, serta benar-benar berorientasi pada kepentingan atlet dan kemajuan olahraga di Nusa Tenggara Barat. (d43n9) 

Editor : D1N

PERISTIWA
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru