Menunggu Nyali KPK Bongkar Beking Kuat Heri Black dalam Kasus Impor Bea Cukai

Reporter : KRI
Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah

JAKARTA, HNN– Nama Heri Setiyono alias Heri Black kembali menjadi perhatian setelah disebut dalam proses penyidikan dugaan korupsi dan suap terkait kegiatan impor barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Salah satu sumber di lingkungan KPK menyebut Heri Black merupakan pengusaha yang memiliki jaringan luas di berbagai kalangan aparat hukum. Bahkan, sumber tersebut mengklaim terdapat sejumlah fakta yang belum terungkap dalam proses penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik.

Baca juga: KPK Ditantang Ungkap Pelaku Utama Pengepul "Uang Setoran" dari Ratusan Forwader

"Ada orang kuat petinggi hukum yang diduga kuat melindunginya, maka penyidik KPK sangat sulit menyentuh dia. Sepertinya penyidik takut tu," ucap sumber.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KPK terkait klaim tersebut.

Menanggapi mencuatnya nama Heri Setiyono alias Heri Black dalam kasus dugaan suap DJBC, direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah meminta agar lembaga antirasuah itu mendalami peran sejumlah pihak terkait proses pengurusan barang impor di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Iskandarsyah mengungkapkan, bahwa isu mengenai adanya oknum di penegak hukum yang "membekingi" (melindungi atau membantu) suatu perkara di KPK sering kali memicu perbincangan publik.

Untuk itu, dia meminta KPK agar melepaskan diri dari konflik kepentingan. Termasuk jika ada oknum yang terlibat dalam pelanggaran, baik sebagai beking maupun pelaku langsung, mencakup beberapa skandal harus segera diungkap.

Terkait dengan kasus suap di DJBC. KPK seharusnya menelusuri dugaan adanya kontainer yang isi muatannya tidak sesuai dengan dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

“Sebab, berdasarkan informasi yang didapat bahwa kontainer tersebut diduga berkaitan dengan perusahaan forwarder yang saat ini telah masuk dalam proses persidangan,” ujar Iskandarsyah saat dimintai keterangannya oleh wartawan, Selasa (16/6/2026).

Lebih lanjut, ia meminta KPK membongkar berbagai data digital yang diperoleh selama proses penggeledahan. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap bukti elektronik guna mengidentifikasi kemungkinan keterkaitan pihak-pihak lain dalam perkara yang sedang diusut.

Baca juga: Kasus Dugaan Suap DJBC, Pengamat Kontra Intelijen Ingatkan Bahaya Penggiringan Opini

Pihaknya mempertanyakan langkah tegas KPK dalam membongkar sejumah pihak yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut, salah satunya Heri Black, namum statusnya dalam perkara ini masih sebagai saksi.

Kendati demikian, kata dia, penetapan ada atau tidaknya keterlibatan pidana sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik dan harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.

“Dalam kaitan ini KPK harus mengembangkan penyidikan guna mengungkap seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut agar tidak muncul asumsi bahwa KPK tebang pilih,” tutup Iskandasyah.

Dua Kali Diperiksa Sebagai Saksi

Heri Black sebelumnya telah beberapa kali memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi. Pada pemeriksaan 18 Mei 2026, ia menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di Gedung Merah Putih KPK. Seusai pemeriksaan, Heri menyatakan kehadirannya merupakan bentuk kepatuhan terhadap proses hukum yang berlaku.

Baca juga: Nama Besar Diduga Terseret, KPK Didorong Usut Tuntas Skandal Bea Cukai

Pemeriksaan berikutnya dilakukan pada 11 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, penyidik kembali mengonfirmasi sejumlah temuan terkait dokumen impor dan aktivitas kepabeanan yang menjadi fokus penyidikan.

Heri Black juga menyampaikan bantahannya terhadap sejumlah dugaan yang berkembang. Ia menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan kontainer yang dipersoalkan serta membantah mengetahui pihak-pihak yang terjerat dalam perkara tersebut.

Seperti diketahui, Heri Setiyono merupakan pemilik PT Putra Srikaton Logistics (PSL), perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik dan kepabeanan.

Berdasarkan dokumen perusahaan, PT Putra Srikaton Logistics memiliki sejumlah bidang usaha, antara lain perdagangan besar kaca, perdagangan besar berbagai macam barang, serta jasa angkutan barang umum dan khusus.

Editor : D1N

PERISTIWA
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru