Persebaya Bantai Tuan Rumah PSIM Yogyakarta

Reporter : Redaktur

BANTUL -HNN : Stadion Sultan Agung (SSA) di Bantul selama ini dikenal memiliki aura "angker" bagi tim tamu yang datang menantang PSIM Yogyakarta. Namun, stigma tersebut runtuh seketika di hadapan nyali baja arek-arek Green Force Persebaya Surabaya. Dengan semangat Wani yang membara, anak asuh pelatih Persebaya Bernardo Tavares sukses membungkam tuan rumah dengan skor telak 3-0 tanpa balas, Minggu (25/1).
Persebaya Surabaya sejatinya bermain di bawah tekanan lawan. PSIM Yogyakarta yang berambisi mencetak sejarah dan menjaga marwah keangkeran Stadion Sultan Agung bagi tim tamu nyaris menguasai permainan. Hanya saja Ze Valente dkk terlena akan godaan peluang yang membuat mereka terus menyerang dan lupa akan pertahanan.

Sebaliknya nyali dan semangat wani arek-arek green force Persebaya yang jeli dalam melakukan transisi membuat PSIM Yogyakarta frustasi. Nah dalam kondisi ini kejelian seorang Bernardo Tavares di uji. Pesta gol Persebaya dibuka oleh aksi gemilang Gali Freitas. Pemain lincah asal Timor Leste ini berhasil memecah kebuntuan lewat sepakan terukur yang gagal diselamatkan kiper PSIM. Gol ini sekaligus meruntuhkan kepercayaan diri lini pertahanan PSIM Yogyakarta. Semenjak gol Gali Freitas PSIM Yogyakarta mendapat tekanan hebat dari arek-arek green force Persebaya. Beruntung, semua hanya sebatas ancaman. Babak pertama di tutup dengan skor 0-1.

Baca juga: Sapu Bersih! Jakarta LavAni Segel Gelar Juara Putaran Pertama Proliga 2026

Babak kedua PSIM Yogyakarta tetap menguasai permainan. beberapa kali kiper Persebaya Ernando Ari di buat jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya. Sebaliknya Persebaya dengan sabar menunggu kesempatan untuk balik menyerang.

Tak butuh waktu lama bagi tim kebanggaan arek arek Suroboyo ini untuk menggandakan keunggulan. Menit ke 74 lewat skema serangan balik yang di rancang sebelumnya, Persebaya meluluhkan pertahankan PSIM Yogyakarta dengan gol indah yang di buat oleh Bruno Paraiba. Gol ini membuat Persebaya unggul 0-2.

Baca juga: Sempurna! Gresik Phonska Plus, Mulus Raih Gelar Juara Putaran Pertama Proliga

Kedisiplinan lini belakang Persebaya membuat serangan tuan rumah patah di tengah jalan hingga mereka frustasi. Puncaknya pada menit ke 84. Aksi solo run Rachmat Irianto (Rian) dari lini pertahanan Persebaya hingga tercipta gol ke tiga ke gawang PSIM serasa istimewa. Rian seakan menyihir seluruh pemain PSIM dan membiarkan Rian beraksi tanpa diketahui hingga bola mengoyak gawang Supriyadi sekaligus
mengakhiri pesta gol menjadi 0-3.

Kemenangan ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan pembuktian bahwa mentalitas Wani sanggup menaklukkan rintangan apa pun, termasuk mitos keangkeran stadion Sultan Agung Bantul. Pelatih Persebaya pun memuji penampilan anak asuhnya yang tampil tenang namun mematikan.

Baca juga: Nyali Persebaya Diuji Angkernya Stadion Sultan Agung Kandang PSIM Yogyakarta

"Kami datang ke Bantul bukan untuk bertahan. Kami datang dengan mental pemenang. Arek-arek bermain dengan hati dan keberanian luar biasa," ujar pelatih Bernardo Tavares usai laga.

Dengan hasil ini, Surabaya dipastikan akan berpesta menyambut kepulangan para pahlawan green force yang telah berhasil "menghijaukan" Sultan Agung dan membawa pulang kemenangan bersejarah.(Mochammad Fasichullisan)

Editor : Redaktur

PERISTIWA
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru