Venue Tarung Derajat Belum Ideal, Venue Dojo Judo Perlu Disegarkan Jelang Porprov X Jatim 2027

Reporter : D1N

SURABAYA, HNN - Pemetaan venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027 tidak sekadar mengecek ketersediaan lokasi pertandingan. Memasuki hari keempat, Kamis (1/10/2026), tim survei menemukan sejumlah catatan yang perlu segera ditindaklanjuti, mulai dari kebutuhan mencari lokasi alternatif untuk Tarung Derajat hingga pembenahan Dojo Judo Kertajaya yang diproyeksikan menjadi salah satu venue pertandingan.

Survei melibatkan KONI Jawa Timur, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar), KONI Kota Surabaya, bersama para Technical Delegate (TD) dari masing-masing cabang olahraga.

Baca juga: Survei Pertama Venue Porprov X Jatim 2027 Dimulai, KONI Jatim Cek Kesiapan Surabaya

Agenda hari keempat menyasar sejumlah venue untuk cabang olahraga Softball, Tarung Derajat, Judo, Tenis Meja, Bulutangkis, Panahan dan Renang.

Pengecekan diawali di Lapangan Softball Dharmangsa untuk melihat kesiapan fasilitas yang diproyeksikan menjadi venue cabang olahraga Softball.

Dari sana, tim melanjutkan survei ke Gedung Wanita Candra Kencana di Jalan Kali Bokor yang diproyeksikan sebagai venue Tarung Derajat.

Namun, hasil pengecekan menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diperhatikan. Ukuran luas gedung yang relatif terbatas serta ketinggian ruangan yang dinilai belum memenuhi kebutuhan teknis membuat tim survei masih mempertimbangkan lokasi alternatif untuk cabang olahraga Tarung Derajat.

Langkah tersebut dilakukan agar venue yang digunakan nantinya benar-benar mampu mendukung kebutuhan pertandingan, sekaligus memberikan ruang yang memadai bagi atlet dan perangkat pertandingan.

Survei kemudian berlanjut ke Gedung Dojo Judo di kawasan Jatim Segar. Venue tersebut diproyeksikan menjadi salah satu lokasi pertandingan cabang olahraga Judo Porprov X Jatim 2027.

Dari hasil pengecekan lapangan, Dojo Judo Kertajaya masih membutuhkan sejumlah pembenahan. Kebersihan gedung perlu mendapat perhatian, sementara beberapa bagian bangunan juga membutuhkan pengecatan dan penyegaran agar tampil lebih bersih, rapi dan representatif sebagai venue pertandingan tingkat provinsi.

Berada di kawasan Jatim Segar, Dojo Judo tersebut diharapkan juga benar-benar tampil lebih segar ketika nantinya digunakan untuk pertandingan Porprov X Jatim 2027.

Pembenahan sejak jauh hari dinilai penting agar masih tersedia waktu untuk memperbaiki kondisi venue sekaligus menyiapkan fasilitas pendukung yang dibutuhkan.

Dari kawasan Jatim Segar, tim melanjutkan pengecekan venue Tenis Meja Kertajaya untuk cabang olahraga Tenis Meja dan Lapangan Bulutangkis Kertajaya untuk cabang olahraga Bulutangkis.

Baca juga: Jatim Jadi Tulang Punggung Merah Putih di Asian Games 2026, 52 Atlet Siap Tempur di Aichi-Nagoya

Agenda survei kemudian menyasar Lapangan Jatim Segar yang diproyeksikan untuk cabang olahraga Panahan dan Renang.

Ketua Bidang Pertandingan Porprov X Jatim 2027, Jeffry Tagore, mengatakan survei venue memang dilakukan untuk melihat kondisi secara langsung sekaligus memastikan setiap lokasi sesuai dengan kebutuhan teknis cabang olahraga.

“Kami terus melakukan pengecekan venue bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar), KONI Kota Surabaya dan para Technical Delegate. Setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan teknis yang berbeda, sehingga kondisi venue perlu dilihat secara langsung dan dibahas bersama tim teknis,” ujar Jeffry.

Menurut Jeffry, temuan dalam survei menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Jika sebuah venue masih memiliki kekurangan, maka masih terdapat waktu untuk melakukan pembenahan atau mencari alternatif yang lebih sesuai.

“Yang kami lakukan sekarang adalah memastikan kebutuhan masing-masing cabang olahraga bisa terpetakan sejak awal. Dengan begitu, kalau ada yang perlu dibenahi atau dilengkapi, masih tersedia waktu untuk dipersiapkan sebelum pelaksanaan Porprov,” katanya.

Kehadiran para Technical Delegate menjadi penting karena setiap cabang olahraga memiliki karakter pertandingan dan standar fasilitas yang berbeda. Masukan dari TD menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kesiapan sebuah venue, termasuk apabila diperlukan pembenahan maupun lokasi alternatif.

Baca juga: Muaythai Jatim Turunkan 87 Atlet, Koni Jatim Optimistis Kuasai IMC 2026

Temuan pada survei hari keempat memperlihatkan bahwa proses pemetaan venue bukan sekadar mendata lokasi yang akan digunakan. Kelayakan teknis, kondisi fisik, kebersihan, kapasitas hingga kesiapan fasilitas pendukung menjadi bagian yang harus diperiksa sebelum venue ditetapkan.

Dengan demikian, hasil survei dapat menjadi dasar bagi KONI Jatim, KONI Kota Surabaya, Disbudporapar dan pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap masing-masing venue.

Survei hari keempat sekaligus memperluas pemetaan venue Porprov X Jatim 2027 di Kota Surabaya. Setelah sebelumnya tim menyisir berbagai lokasi di Surabaya Pusat, kawasan GBT, CitraLand, Lakarsantri hingga sejumlah venue olahraga air, kali ini pengecekan menyasar fasilitas untuk cabang olahraga indoor maupun outdoor.

Rangkaian survei yang dimulai sejak Senin (28/9/2026) tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Porprov X Jatim 2027. Masih tersedianya waktu sebelum pelaksanaan pertandingan memberikan kesempatan bagi seluruh pihak untuk menindaklanjuti setiap catatan yang ditemukan di lapangan.

Bagi tim survei, venue bukan sekadar tempat pertandingan. Setiap lokasi harus dipastikan siap secara teknis, layak secara fasilitas dan representatif ketika nantinya menjadi bagian dari perhelatan olahraga terbesar tingkat provinsi di Jawa Timur. (d43n9)

Editor : D1N

PERISTIWA
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru