7. HIPMI Jatim dan BYC Consulindo Tekankan Pajak sebagai Bagian Strategi Bisnis Berkelanjutan

Reporter : KRI

KEDIRI,HNN — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur bersama BYC Consulindo mendorong pelaku usaha untuk semakin memahami aturan perpajakan melalui kegiatan Tax Day HIPMI Jatim Volume 1 yang digelar di Kediri.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi anggota HIPMI, khususnya peserta dari wilayah Korwil Mataraman 1 dan 2, untuk memperkuat pengetahuan terkait kewajiban pajak serta penerapannya dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Baca juga: DPW ALFI Jatim Fasilitasi Anggota Sampaikan Unek-unek Lewat Coffe Morning

Sekretaris Umum HIPMI Jatim, M. Rizky Agung, mengatakan pemahaman perpajakan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dimiliki pengusaha untuk membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap pajak tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kewajiban administratif. Lebih dari itu, kepatuhan pajak menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola usaha yang tertib, kredibel, dan mampu berkembang dalam jangka panjang.

“Tax Day HIPMI Jatim bersama BYC Consulindo telah menjadi ruang yang sangat positif bagi para pelaku usaha, khususnya bagi anggota HIPMI Jawa Timur yang saat ini meliputi wilayah Mataraman, untuk memperkuat pemahaman mengenai perpajakan sekaligus membangun kesadaran bahwa kepatuhan pajak merupakan bagian penting dari keberlanjutan dunia usaha,” ujar Rizky.

Ia berharap forum tersebut dapat membuat para pengusaha tidak hanya memahami kewajiban perpajakan, tetapi juga mampu menjadikan regulasi perpajakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menyusun strategi bisnis.

“Bagi kami, pajak bukan hanya persoalan kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari bagaimana pengusaha membangun bisnis yang sehat, tertib, kredibel, dan mampu bertumbuh dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, pemateri dari BYC Consulindo, Beni Yuanto, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta dalam Tax Day HIPMI Jatim Volume 1 di Kediri cukup tinggi.

Bahkan, jumlah pendaftar mencapai 72 orang. Angka tersebut, kata Beni, berada di luar ekspektasi pihak penyelenggara.

Baca juga: PLN Banjarbaru Gandeng Magfood Kunjungi UMKM Pempek Tjek Entis, Tawarkan Paket Kemitraan 12-15 Juta

“Saya selaku pengisi materi pada acara HIPMI Tax Day hari ini Volume 1 di Kediri, senang sekali melihat antusiasme dari seluruh peserta. Bahkan dari pendaftar pun di luar ekspektasi kami hingga mencapai 72 pendaftar,” ungkap Beni.

Menurut Beni, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa isu perpajakan menjadi perhatian penting bagi pelaku usaha. Terlebih, dunia perpajakan saat ini memasuki fase yang semakin menekankan aspek pengawasan dan kepatuhan.

“Kita tahu bahwa pajak ini masuk di era baru. Jadi semakin banyak proses penindakan dan pengawasan dari Direktorat Jenderal Pajak,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap materi yang diberikan dalam Tax Day dapat memberikan wawasan praktis kepada anggota HIPMI dalam menghadapi perkembangan regulasi perpajakan.

Baca juga: AMN Surabaya Perkuat Solidaritas Mahasiswa Lewat Puncak Dies Natalis ke-3

“Harapannya hari ini teman-teman HIPMI mendapatkan pencerahan, insight yang cukup untuk menyiasati bisnisnya di kemudian hari,” tutur Beni.

Tax Day HIPMI Jatim Volume 1 di Kediri menjadi bagian awal dari rangkaian kegiatan serupa yang akan dilanjutkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Setelah Mataraman, agenda berikutnya direncanakan berlangsung di Jember, Malang, dan wilayah lainnya.

Sejumlah daerah yang masuk dalam rangkaian kegiatan tersebut meliputi Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kota Surabaya, Kabupaten Ngawi, hingga Kota Madiun.

Melalui rangkaian Tax Day tersebut, HIPMI Jatim bersama BYC Consulindo berharap semakin banyak pengusaha daerah memiliki pemahaman yang memadai mengenai perpajakan. Edukasi tersebut diharapkan turut memperkuat ekosistem usaha yang tertib, kompetitif, dan berdaya saing di Jawa Timur.

Editor : D1N

PERISTIWA
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru