SURABAYA, HNN - Ketua Kontingen Mahasiswa Indonesia Del Asri, di sela penutupan AUG 2024 di Universitas Negeri Malang pada Sabtu 06/07/2024 bersyukur karena selain menggenapi target juara umum, atlet-atlet Indonesia juga mampu membuat sejarah dengan mencatatkan rekor baru. Capaian sebelumnya diraih kontingen Thailand kala menjadi tuan rumahdi edisi AUG 20219 dengan 109 medali emas. Kini saat Indonesia menjadi tuan rumah mengemas 126 medali emas.
“Alhamdullilah. Sebagai Ketua Kontingen saya berterima kasih atas kerja keras atlet, pelatih, dan semua pihak. Terutama Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Belmawa Dikti), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora),” kata Del Asri.
Baca Juga: Popsivo Tumpul di Poin Krusial, Phonska Plus Menang Telak 3-0
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti mengapresiasi penampilan Kontingen Mahasiswa Indonesia yang telah memberikan prestasi membanggakan di 21st ASEAN University Games 2024 Surabaya-Malang.
Selain itu, kata dia, hasil yang paling penting selain perolehan medali dalam gelaran kompetisi olahraga mahasiswa antarperguruan tinggi se-Asia Tenggara itu adalah kerja sama antarnegara yang dapat berlangsung baik.
"Ada berita baik yang kita wartakan ke seluruh Indonesia dan dunia, bahwa AUG 2024 sudah dilaksankan dengan baik, medali sudah diperoleh tapi lebih daripada itu kami bisa menjalin kerjasama antara atlet dan akademisi dari seluruh negara ASEAN," ucapnya.
Baca Juga: Dominasi Tanpa Cela,LavAni Masih Terlalu Tangguh, Jakarta Garuda Jaya Tak Berdaya
Dalam kesempatan yang sama, Presiden ASEAN University Sport Council (AUSC) Prof Mohd Ruslim Mohammed menyatakan penyelenggaraan AUG 2024 di Indonesia bisa dijadikan tolak ukur bagi negara yang akan menjadi tuan rumah dalam dua tahun ke depan.
"Kata pertama yang ingin saya katakan itu luar biasa, biasanya dalam penyelenggaraan AUG itu satu universitas menjadi venue seluruh cabang olahraga, namun di Indonesia bisa melibatkan sembilan universitas di dua kota, yaitu Surabaya dan Malang," ucapnya.
Baca Juga: Peta Kekuatan Proliga 2026: Mengintip Peran UNESA sebagai "Dapur" Sport Science dan Talenta Nasional
Tak hanya itu, kata dia, dalam kompetisi olahraga multi event yang digelar tiap dua tahun sekali tersebut biasanya 11 negara tidak semuanya mengikuti seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, namun pada gelaran kali ini semuanya ikut.
"AUG kali ini mencatatkan sejarah, di mana setiap cabor diikuti delegasi dari 11 negara. Sebelumnya, setiap cabor hanya dikuti beberapa delegasi saja, tetapi sekarang banyak yang berpartisipasi. Artinya, dari aspek partisipasi terjadi peningkatan keterlibatan atlet, pelatih atau official," ujarnya.(Mochammad Fasichullisan)
Editor : Redaktur