Polda Jatim Ungkap Peledakan Rumah KPPS Pamekasan, Motif Pelaku Dendam

SURABAYA, HNN — Unit lll Subdit lll/Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pengerusakan dengan menggunakan bahan peledak menimpa rumah korban yakni Kusyairi (53) ASN warga Jalan Dusun Timur Desa Nyalabu Daya Kecamatan Pamekasan, Madura hingga menyebabkan rumah korban hancur di bagian teras rumah.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto didampingi Dirkrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto dan Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan menjelaskan mengamankan tiga tersangka yakni S (38) warga Nyalabu Daya Pamekasan Madura, A (30) asal Desa Teja Barat, Pamekasan Madura dan AR (30) asal Desa Larangan Badung Pamekasan Madura, Sekira Senin, 19 Februari 2024 pukul 03.00 Wib tersangka S (38) Eksekutor mendapatkan dua bondet dari tersangka A untuk meledakkan rumah Kusyairi yang merupakan ketua KPPS Nyalabu Daya yang mengakibatkan teras rumah hancur mengakibatkan kerugian Rp 10 juta.

"Tersangka S tak lain masih tetangga korban," jelas Kombespol Totok Suharyanto, Jumat (23/02/24) saat gelar press rilis di Humas Polda Jatim.

Lanjut Dirkrimum Polda Jatim, Totok Suharyanto tersangka A melakukan peledakan atas perintah tersangka S dengan mendapatkan imbalan sebesar Rp 500 ribu, tersangka memperoleh bondet dari tersangka AR seharga Rp 150 ribu sebelum hari raya Idul Fitri tahun 2023.

Totok pun menguraikan bahwa, 3 bulan sebelumnya tersangka A juga memerintahkan melakukan peledakan namun tidak terjadi.

"Untuk motif tersangka A yakni dendam kepada Feri yang merupakan anak dari korban diduga berprofesi sebagai informan dalam kasus narkoba jenis sabu," lanjut totok.

Sementara, Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Sodiq Pratomo juga menyampaikan, bahwa isinya hampir sama dengan isian bahan peledak jenis mercon "Terdiri zat tepung tapioka, bubuk mesiu serta tawas, potasium, sendawa," pungkasnya.

Ia pun menambahkan, adapun pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Ayat (1) undang undang darurat RI no 12 tahun 1951 dan pasal 170 KHUP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. (Rif)

Editor : Redaktur

Politik   

Ketua Tim Hukum Amin : Semoga Putusan MK Mengabulkan Doa Kami

“Kami berkumpul dan berdoa. Semoga putusan di MK, betul-betul memperjuangkan dan mengabulkan dari Tim Hukum Amin. Untuk memenangkan Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin) sebagai Presiden Republik Indonesia,” kata Andre. Jum'at (19/04/2024).…

TNI   

Panen Raya Serentak di Propinsi Jawa Timur

Ngawi, HNN - Panen raya Hari ini dilaksanakan serentak di tiga wilayah Kabupaten di Propinsi Jawa Timur dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan…