Deklarasi

Jogo Suroboyo, Pernyataan Sikap Tolak Unjuk Rasa Anarkis Di Surabaya

Jogo Suroboyo, Pernyataan Sikap Tolak Unjuk Rasa  Anarkis Di Surabaya

Surabaya, HNN - Polrestabes Surabaya, bersama Tokoh Masyarakat, Agama dan Pemuda gelar Deklarasi dan Pernyataan Sikap Menolak Keras Aksi Anarkis di Jatim di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (16/10/2020).

Deklarasi menolak anarkis ini diikuti oleh Pemuda Pancasila, MUI, NU, Muhammadiyah, FKUB, Kepala Dinas Kota Surabaya dan Provinsi, Banser, DMI, serta KoKam.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Isir mengatakan, deklarasi pernyataan sikap ini melambangkan spirit semangat dan komitmen dari semua elemen yang ada di kota Surabaya untuk menolak dan tidak setuju tidak toleransi terhadap berbagai aksi anarkisme.

Ketika ada penyampaian pendapat di muka umum artinya boleh saja melakukan penyampaian pendapat di muka umum namun tetap sejalan dengan undang-undang UU No. 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum adalah penjaminan terhadap salah satu hak asasi manusia.

"Penyampaiannya tetap menjaga dan menghormati hak dan kebebasan orang lain sesuai dengan aturan moral yang berlaku termasuk yang di Surabaya ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan menjaga ketentraman dan ketertiban umum," jelas Isir, Jumat (16/10/2020).

Dengan mematuhi undang-undang dan menjaga keutuhan persatuan kesatuan bangsa karena Indonesia negara Demokratis.

"Silakan kalau mau menyampaikan aspirasi namun tetap dalam undang-undang nomor 9 tahun 1998 dan tidak anarkis," tutup Jhonny Isir.

Sementara pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh H. Baso Juherman, SP, SH, Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Surabaya, adapun bunyi pernyataan sikap tersebut adalah :

"Kami warga kota Surabaya menolak keras adanya unjuk rasa anarkis di kota Surabaya maupun di Jawa Timur Ayo Jogo Suroboyo". (*)

Image