Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Lamongan

Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Lamongan

Kasipenkum Kejati Jatim Anggara Suryanagara

Surabaya, HarIannasionalnews.com - Benarkah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sedang menyelidiki dugaan penyelewengan Dana Desa di Kabupaten Lamongan untuk tahun anggaran 2019 ?. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang dikonfirmasi lewat Kasipenkum Anggara Suryanagara, membantah hal itu.

Anggara mengatakan, terkait dugaan adanya penyelewengan DD di Kabupaten Lamongan , pihaknya tidak membenarkan hal itu.

"Saya tidak pernah membenarkan ada penyelidikan itu, data penyelidikan sifatnya tertutup sehingga tidak untuk konsumsi publik, penyelidikan digunakan untuk mengetahui sebuah peristiwa apakah merupakan pidana atau bukan," terang Anggara lewat Whatsapp Selasa, (4/8/2020).

Kasus ini mencuat berdasarkan informasi dari masyarakat terkait dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2019 di Kabupaten Lamongan.

Dari informasi yang diperoleh, penggunaan Dana Desa Tahun 2019 di Kabupaten Lamongan tidak sesuai dengan regulasi peraturan perundang-undangan. Dimana ada alokasi anggaran Dana Desa yang diberikan kepada sejumlah Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan.

Diduga penyimpangan Dana Desa di Kabupaten Lamongan dengan modus memotong Dana Desa sebesar 1,5% (satu koma lima persen) per termin pencairan Dana Desa, atau 4,5% (empat koma lima persen) setiap tahunnya atas nama Asosiasi Kepala Desa (AKD).

Dugaan total kerugian negara terhadap dugaan penyimpangan Dana Desa Tahun 2019 di Kabupaten Lamongan sebesar Rp. 16.520.556.645,- (enam belas milyar lima ratus dua puluh juta lima ratus lima puluh enam ribu enam ratus empat puluh lima rupiah). (Tri)

Image