Ketua DPC PBB Surabaya: Wisnu Adalah Simbol Kekuatan Banteng Surabaya

avatar Harian Nasional News
Samsurin Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya
Samsurin Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya

Surabaya, HNN - Partai Bulan Bintang Kota Surabaya sebagai partai non parlemen, menilai Wisnu sebagai simbol kekuatan banteng Surabaya Ketua DPC Partai Bulan Bintang kota Surabaya,

Samsurin Ketika ditanya mengenai potensi partai non parlemen di kota surabaya dalam hiruk pikuk partai partai parlemen menyiapkan calon yang di usung menuju pilwali surabaya desember 2020, Samsurin menjawab santai, minggu (5/7/2020).

Baca Juga: Bacaleg Partai Bulan Bintang Kota Surabaya Siap Tarung Rebut Kursi Parlemen

"La opo gupuh bicara soal itu ( pilwali 2020) . Kita ini partai yang punya gressroot yang jelas. Punya kader dibawah yang siap melaksanakan komando. Kalau para kandidat itu cerdas membaca potensi ( parpol non parlemen ) pastilah salah satu diantara mereka yang sudah di usung para pemilik kursi diparlemen akan menjalin komunikasi dengan partai non parlemen," ujarnya.

Lanjut Samsurin yang akrab disapa dengan panggilan Surin mejelaskan, selama ini mereka kan ribut dengan internal partai dan koalisinya sendiri. Dan warga Surabaya juga masih susah membangun kekuatan ekonominya setelah melewati 3 kali psbb dikota surabaya.

Baca Juga: DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya Gelar Aksi Menebar Kebaikan

"Jadi Pilwali surabaya 2020 ini sebenarnya pilwali versus pandemi. Siapa yang bisa melayani masyarakat surabaya bisa hidup normal melalui pandemi. Insya Allah itu yang akan di pilih oleh orang surabaya", jelasnya.

Saat di tanya Rekom PDIP  kabarnya turun ke Wisnu, Surin menjawab, "Seandainya Rekom PDIP turun ke Wisnu. Itu sudah lumrah. Wisnu kan punya pengalaman di parlemen dan eksekutif. Juga kader potensial yang bisa menyatukan kekuatan PDIP di Surabaya. Wisnu itu simbol kekuatan banteng suroboyo. Tapi kalau PDIP kepedeaan berangkat sendiri dan memutuskan calon pasangannya sendiri. Peluang untuk menang agak susah. Karena situasi saat ini berbeda. Kepanikan PDIP yang diharapkan risma mencetak kader potensial gagal total", ungkap Surin.

Baca Juga: Etos Indonesia: Tri Adhianto Harus Jeli dalam Memilih Calon Pendampingnya

"PDIP Surabaya itu cukup mewakili marwah karakter masyarakat surabaya. Jadi warga surabaya jangan dibuat bingung dengan calon alternative yang selama ini ditawarkan PDIP. Saya ngomong begini karena saya pernah ikut andil membesarkan PDIP Surabaya pada awal reformasi dulu. (1999-2004)", pungkasnya. (Red)

Editor : Redaktur