Gubernur Jatim: Leasing Jangan Gunakan Debt Collector Main Sita

avatar Harian Nasional News

SURABAYA, HNN – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta perusahaan multifinance leasing di Jawa Timur membantu para debiturnya di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dia menegaskan agar semua perusahaan multifinance atau leasing patuh dengan aturan yang telah dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai relaksasi kredit.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Berikan Penghargaan Insan Olahraga Berprestasi

Gubernur Khofifah mengatakan, perusahaan multifinance harus benar-benar memberi kelonggaran kredit kepada debitur terdampak Covid-19, seperti pekerja informal atau pekerja berpenghasilan harian.

Menurut dia, mereka adalah kelompok paling rentan mengalami kredit macet.

"Jangan gunakan debt collector atau mengambil langsung langkah sita ini itu. Berikan mereka kelonggaran kredit, kasih kesempatan kepada para debitur ini untuk mengambil nafas," tegas Khofifah saat pertemuan dengan OJK dan sejumlah perwakilan perusahaan leasing di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (10/4/2020). S

eperti diketahui, OJK mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical dan surat edaran OJK kepada Perusahaan Pembiayaan pada awal April 2020.

Kebijakan OJK itu meminta bank atau perusahaan pembiayaan untuk memberikan relaksasi atau keringanan kredit bagi debitur atau peminjam yang usaha dan pekerjaannya terdampak virus corona, baik langsung atau tidak langsung.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Resmikan Wisma Atlet GOR Sudirman

Keringanan pembayarannya bisa dengan penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu cicilan, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/ leasing, konversi kredit/leasing menjadi penyertaan modal sementara.

"Aturannya jelas. Jadi, kalau ada perusahaan multifinance yang tidak tunduk silahkan laporkan ke OJK atau lapor ke saya," tutur Gubernur Khofifah.

Namun demikian, Khofifah juga mewanti-wanti agar perusahaan multifinance juga tetap melakukan penagihan kepada nasabah yang tidak terdampak Covid-19. Mengingat, kata dia, keringanan ini hanya diperuntukkan bagi nasabah yang terdampak.

Baca Juga: Sayembara Logo Porprov VIII 2023 Diikuti 800 Peserta, Dewan Juri Memilih Karya Yang Futuristik

Hal ini, lanjut Khofifah penting untuk menjaga kualitas kredit perseroan akibat meningkatnya jumlah angka kredit yang disebabkan penyebaran virus Corona serta kebijakan kerja dari rumah atau work from home.

"Dua-duanya (perusahan dan debitur) tetap harus dilindungi, makanya ada proses assesment kepada mereka yang mengajukan relaksasi. Tidak semua mendapatkan keringanan," ujarnya.

Menurut Gubernur Jatim, hingga saat ini sudah ada puluhan ribu debitur yang mengajukan relaksasi di sejumlah perusahaan leasing di Jatim. "Termasuk di antaranya ke PT BPD JATIM dan BPR JATIM yang notabene milik Pemprov," terang Khofifah Indar Parawansa. (*)

Editor : Redaktur