Kriminal

Ngaku Ingin Kuat, Dua Satpam di Surabaya Konsumsi Sabu

Ngaku Ingin Kuat, Dua Satpam di Surabaya Konsumsi Sabu

Surabaya, HNN - Sariono (42) warga Jalan Bagong Tambangan Ngagel Wonokromo Surabaya dan Marko Devano (39) warga Jalan Ikan Dorang Baru RT 09 RW 03, Surabaya diamakan Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal Surabaya. setelah kedapatan membawa sabu,

Dua satpam itu ditangkap polisi, tempat kejadian perkara (TKP) di depan warung Jalan Ikan Dorang Baru Surabaya usai melaksanakan kegiatan menjaga keamanan, Jum’at 27 maret 2020 sekitar pukul 23.45 WIB,

Kapolsek Sukomanunggal Kompol Budi Nurtjahjo mengatakan, dua sekawan itu diamankan ketika petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di sekitar lokasi kejadian sering digunakan untuk transaksi narkoba jenis sabu.

"Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, akhirnya berhasil menangkap pelaku yang pada saat itu menyimpan narkotika jenis sabu di saku celana biru bagian atas sebelah kanan."terang Budi, Minggu (29/03/2020).

Setelah diamankan, kemudian kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mako Polsek Sukomanunggal guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Hasil penyelidikan dan introgasi terhadap kedua pelaku mengaku mendapatkan sabu untuk dikonsumsi sendiri dengan membeli seharga Rp 200.000. dan uangnya didapat dengan cara patungan.

"Masing-masing mengeluarkan uang Rp 100.000, begitu terkumpul mereka lalu menuju ke Jalan Sawah Pulo Surabaya untuk membeli sabu,”katanya.

Lanjut, Budi mengajelaskan, keduanya juga mengaku jika sudah mengkonsumsi sabu beberapa kali guna menambah stamina, mengingat kedua pelaku bekerja sebagai Satpam.

"Atas kepemilikan sabu tersebut, kedua pelaku langsung dijebloskan kedalam penjara Polsek Sukomanunggal untuk mempertanggung jawabkan perbutanya."tambah dia.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti, 1 (satu) poket Narkotika jenis sabu seberat 0,37 beserta klip plastiknya serta 1 (satu) buah celana warna biru yang digunakan untuk menyimpan sabu di saku atas sebelah kanan.

"Tersangka akan kami jerat dengan Pasal 112 (1) jo Pasal 132 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang ancamanya 7 tahun penjara," pungkas Budi. @pen

Image