KDRT

Sidang Putusan Kasus KDRT, Terdakwa Divonis 7 Tahun Penjara

Sidang Putusan Kasus KDRT, Terdakwa Divonis 7 Tahun Penjara

SURABAYA, HNN - Maspuryanto (45), Akhirnya dijatuhi hukuman 7 tahun penjara, atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (18/03/2020).

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Hisbullah menyatakan, terdakwa Maspuryanto, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana KDRT yakni membakar istrinya sendiri, Putri Narulita.

"Mengadili, menjatuhkan pidana selama 7 tahun penjara kepada terdakwa Maspuryanto,"ucap hakim Hisbullah.

Perbuatan terdakwa dianggap melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 44 ayat (2) UU RI Nomer 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam pertimbangannya, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah mengakibatkan korban Putri Narulita, mengalami luka berat dan sakit.

"Hal yang meringankan, terdakwa mengaku terus terang, bersikap sopan dan belum pernah ditahan,"kata Hisbullah

Atas putusan tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rosyid dari Kejari Surabaya, serta terdakwa Maspuryanto sama-sama menyatakan menerima." Terima pak hakim,"ujar Maspuryanto.

Untuk diketahui, terdakwa Maspuryanto sebelumnya dituntut oleh JPU Fathol dengan pidana penjara selama 8 tahun dan enam bulan.

"Peristiwa suami bakar istri ini terjadi disebuah kamar kos di Jalan Ketintang II. pada (15/10) lalu. Usai membakar istrinya, terdakwa Maspuryanto sempat melarikan diri," beber Hisbullah.

Lanjut kata Hisbullah." Sehari kemudian, Polisi berhasil menangkap terdakwa Maspuryanto Rabu (16/10) malam, sekitar pukul 17.45 WIB, di pemberhentian bus kawasan Lasem. Sebelumnya, Polrestabes Surabaya berkoordinasi dengan Resmob Polres Rembang untuk menangkap pelaku," jelasnya. (Kri)

Image