Polisi

Dirut PT. Jatim Grha Utama Mirza Muttaqien di Panggil Polisi

Dirut PT. Jatim Grha Utama Mirza Muttaqien di Panggil Polisi

Surabaya, HNN - Polisi masih terus mendalami terkait temuan sepeda Brompton yang belum dilengkapi SNI. Jenis sepeda ini yang beberapa waktu lalu ramai dibahas pada kasus penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton yang dilakukan eks Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara.

Ada enam sepeda lipat impor dari sebuah toko di Barata Jaya Surabaya. Lima di antaranya bermerek Fnhon. Satu lagi merek Brompton. Sepeda berharga puluhan juta ini dinilai tidak memiliki standar SNI.

"Iya benar. Bukan tadi (hari ini), tapi beberapa hari yang lalu," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran ketika ditemui wartawan, Jumat (7/2/2020).

Sudamiran mengatakan pihaknya telah mengamankan 5 sepeda dari toko sepeda yang berada di Jalan Barata Jaya, Surabaya tersebut.

"Itu kan kemarin ada laporan dari masyakat. Bahwa adanya dugaan sepeda dari china yang belum ada SNI-nya. Kemarin kami melakukan pengecekan ke sana, nanti akan kami tindak lanjuti," ungkap Sudamiran.

Sementara Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya memanggil Direktur Utama PT. Jatim Grha Utama (JGU) Mirza Muttaqien untuk didengarkan keterangannya sebagai saksi kasus sepeda impor yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI), pada Kamis (13/2/2020).

Dalam surat polisi yang bernomor B/685/II/RES.5.2/2020/Satreskrim itu, disebutkan bahwa saat ini penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polrestabes Surabaya sedang menangani kasus dugaan tindak pidana memproduksi atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standart yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan atau pelaku usaha yang memperdagangkan barang di dalam negeri, yang tidak memenuhi SNI yang telah diperlakukan secara wajib sebagaimana yang diatur dalam UU No.3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian dan UU No.7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan.

“Guna kepentingan penyelidikan mohon kepada saudara dapatnya hadir guna memberikan keterangan pada Kamis 13 Februari 2020, pada pukul 09:00 WIB di Ruang 11 Unit Tipidter Satreskrim Polrestabes Surabaya,” tulis isi surat pemanggilan tersebut. “Dikatakan dalam surat tersebut bahwa,

Mirza diminta menemui Iptu Handa Wicaksana, S.I.K, M.H, atau Bripka Eko Wahyu S, S.H,” demikian isi surat pemanggilan tersebut yang ditanda tangani AKP Ardian Satrio Utomo, S.H, S.I.K, M.Si, dengan NRP; 85011664.

Diketahui, Mirza Muttaqien adalah Dirut PT. JGU mulai 2017 hingga saat ini. (Red)

Image