Opini

Perempuan Menghidupi Kehidupan

Perempuan Menghidupi Kehidupan

Hari Perempuan sedunia dirayakan. Pada hari ini ( 8 Maret 2020 ). Setiap moment moment penting kebiasaan aku selalu mendokumentasikan pikiranku dalam bentuk tulisan. Untuk kali ini yang ku pikirkan adalah kalimat “Perempuan”. Lantas apa yang harus ku tulis soal perempuan.

Mendengar nama perempuan baik secara psikologis dan emosi tentunya aku terbawa ingatanku ke Ibuku, istriku , anaka anak perempuanku, kakak kakak perempuanku, Dukun bayi yang membantu proses kelahiranku, tetangga perempuan yang biasa menjagaku ketika waktu kecil di tinggal ibuku ke pasar, guru ngaji dan guru TK ku.

Sepanjang jalan kehidupanku merekalah perempuan perempuan yang membangun karakter dan mewariskan ilmu sebagai bekal meneruskan kehidupanku.

Secara harfiah perempuan pasti diposisikan pada tempat yang lebih rendah dan tak sejajar dengan laki laki. Tapi kenyataannya mereka begitu kuat, gagah menghadapi kehidupan bukan saja untuk hidup tapi secara filosofinya perempuan telah menghidupi kehidupan ini.

Pertanyaan saya, kekuatan apa yang menjadikan perempuan begitu kuat dalam menjaga idiologi feminimisme-nya ini.

Apa karena mahluk perempuan memiliki hasrat yang lebih taat dan lebih mempesonakan cinta dalam kehidupan sehingga mereka mampu menjaga harkat sebagai perempuan dan tak merasa berat menjaga kehidupan.

Apa karena perempuan adalah mahluk yang mewariskan dan melahirkan bangsa bangsa dan menjadi berbeda beda sehingga perempuan begitu mudah memberikan pintu maaf jika kita bersalah.

Apa karena perempuanlah yang mampu mengambil sikap tegas disaat anak bangsa disakiti hak asasinya terlepas dari salah benar untuk membelah buah hatinya.

Tentunya saya tak bisa lagi banyak menulis tentang perempuan, karena tulisan ini hanya mengingatkan bahwa diri kita semua ini adalah jiwa yang ditanamkan perempuan perempuan untuk membangun kehidupan.

Kamu perempuan yang hari ini di rayakan dengan kalimat ,”selamat hari perempuan“ dan saya maknai kamulah wahai perempuan yang sejatinya menyelamatkan hari hari kehidupan manusia dari kehancuran budi pekerti (ideologi).

Jagalah perempuan diantara kalimat yang diwariskan Rasulallah ketika beliau menjelang wafat.

Hari ini saya baru memahami , mereka harus di jaga karena bukan mereka lemah dan rendah, tapi mereka kuat dan dasyat dalam menjaga warisan mempersatukan perbedaan, warisan membagi keadilan, warisan belas kasih menjaga kesejahteraan, warisan kenikmatan bersyukur atas keindahan.

Dan banyak lagi yang terwaris pada perempuan untuk menjaga peradapan.

 

Penulis :

SAMSURIN / dipanggil Surin Welangon.

Pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Surabaya

Aktif sebagai ketua OKK Pemuda Pancasila Kota Surbaya.

Dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PBB Kota Surabaya.

Image