Ziarah Makam

BPP KKSS Dan BPW KKSS Jatim Ziarah Ke Makam Karaeng Galesong

BPP KKSS Dan BPW KKSS Jatim Ziarah Ke Makam Karaeng Galesong

MALANG, HNN.com – Dalam rangka kunjungan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan ( KKSS) ke Situs Makam Karaeng Galesong, tepatnya di Malang Ngantang, pada hari Minggu (23/02/2020). Kunjungan ini dipimpin oleh Brigjen TNI. Mar. (Purn), beliau adalah Ketua KKSS Jatim dan dulunya pernah menjabat sebagai Komandan Staf Garnisun 1 Surabaya. Disamping itu, dalam rombongan ini beliau ditemani, Gasman Gazali SH, sekretaris KKSS Jatim, didampingi Kades Suhartono, Danramil 04 Ngantang Kapten Arm Heru Santoso dan Kapolsek Ngantang AKP Suyatno serta Ormas Pemuda Pancasila PAC Ngantang. Dalam kesempatan ini, Danramil 04 Ngantang Kapten Arm Heru Santoso menerangkan tentang kenaikan pengunjung wisata disini, dan juga ia menceritakan tentang kisah tentang sejarah masalalu Kerajaan Gowa Sulawesi selatan Karaeng Galesong yang gugur di Tanah Jawa tepatnya Ngantang, Jawa Timur. Heru menjelaskan, Dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi kenaikan hingga 175 persen atas perjalanan wisata yang yang didasarkan pada keyakinan diri atau wisata religi. "Dari sekian banyak keanekaragaman wisata di Indonesia, masih ada potensi yang tersembunyi untuk digali, diperkuat dan dioptimalkan," sambung Heru. Masih kata Heru, Wisata religi menjadi pembeda dan ciri khas peradaban bangsa Indonesia," katanya di Makam pelaku sejarah dari Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan Karaeng Galesong yang gugur di Tanah Jawa tepatnya Ngantang, Jawa Timur.   "Selain itu, Ia juga menyebut salah satunya makam Karaeng Galesong yang nantinya dijadikan kunjungan wisata religi bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara," tutur Heru. Heru juga mengatakan, tahun ini terjadi pergeseran tren kepariwisataan. Tren tersebut adalah perubahan paradigma parawisata dari "sun, sand and sea" menjadi "serenity, sustainability and spirituality" atau "matahari, pasir dan laut" menjadi "ketenangan, keberlanjutan dan spiritualitas".   Ditambahkannya, Heru Menceritakan tentang sejarah, Karaeng Galesong, yang bernama lengkap I Manindori Kare Tojeng Karaeng Galesong adalah seorang laksamana angkatan laut Kerajaan Gowa yang terus melakukan peperangan di laut melawan VOC bahkan setelah Perjanjian Bungaya ditandatangani Sultan Hasanuddin, Lahir pada tanggal, 29 Maret 1655, Bonto Majannang. Dan Meninggal pada tanggal, 21 November 1679, Kecamatan Ngantang. Orang Tua : Sultan Hasanuddin. Anak : Karaeng Naba. Eyang : I Sabbe To'mo Lakuntu, Sultan Malikussaid. Paman : Karaeng Tololo.   "Ia juga menuturkan, Pada tanggal 6 Maret 2018 Yayasan Aminuddin Salle menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Takalar yang diwakili langsung oleh Bupati Takalar Syamsari," jelas Heru. Menurutnya, Penandatanganan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Takalar, poin pentingnya dari kerjasama tersebut adalah pengusulan Karaeng Galesong sebagai Pahlawan Nasional kepada pemerintah pusat," kata Heru.   Terpisah, di sela-sela kunjungan KKSS salah satu cucu Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan Daeng Sandi yang dihubungi media ini melalui telepon seluler mengatakan, bahwa tempat “Makam Karaeng Galesong ada empat faktor kunci keberkahan yaitu Appa Sulapa (empat persegi) dimana Appa Sulapa yang ke (1). KEJUJURAN (Orang bisa menjadi Ulama, ahli Makrifat dan yang berkaitan dengan kebatinan). (2). KECERDASAN (Orang bisa menjadi pemimpin Kepala Daerah Bupati, Gubernur, Menteri atau Pejabat birokrasi). (3). KEBERANIAN (Orang bisa sukses dalam karir Kemiliteran dan Kepolisian). (4). KEKAYAAN (Orang bisa lancar usaha, bisnis dan berkaitan dengan perniagaan dan perdagangan) dan siapapun yang datang ziarah ke Makam Karaeng Galesong Waliyullah Insya' Allah hajatnya terkabul Semuanya tentu atas izin Allah Subhanahu Wata’alla," tuturnya sebelum mengakhiri sambungan telepon.   Kades Suhartono mengungkapkan, dari data seluruh dunia, UNWTO memperkirakan sekitar 330 juta wisatawan global atau 30 persen dari total keseluruhan wisatawan global melakukan kunjungan ke situs-situs religius di seluruh dunia, baik yang berdasar pada motif spiritual ataupun motif kognitif. Pemerintahan Desa Sumberagung bertekad serta meminta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan dan memperbaiki tata kelola destinasi wisata ziarah khususnya di Kecamatan Ngantang pada umunya di Tanah Air," ujarnya. "Menurut Kades, Ia akan fokus pada tiga hal untuk membangun dan memperbaiki tata kelola destinasi wisata ziarah." Saya akan fokus pada pemasaran, destinasi, dan SDM," katanya. Menurut Kades Sumberagung Suhartono, diperlukan pengembangan destinasi wisata ziarah secara lebih serius, termasuk pengelolaan destinasi, pengemasan produk wisata, serta promosi dan pemasaran pada segmen wisata minat khusus tersebut," tandas Suhartono. "Khusus untuk tata kelola destinasi, fokus pada kemasan atraksi dan daya tarik wisata ziarah." Sementara terkait sumber daya manusia (SDM), Saya mengajak lestarikanlah situs ini untuk melawan lupa pada sejarah. Kedepan saya berharap wisata ziarah akan mensejahterakan masyarakat di sekitar lokasi wisata tersebut," kata Suhartono (Teddy).

Image