HUKUM

Pengembangan Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Diamankan Polda Jatim

Pengembangan Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur  Diamankan Polda Jatim

Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si. saat konferensi kasus pencabulan anak dibawah umur.(Foto:Pril)

SURABAYA,(HNN) - Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si. di dampingi Dirtreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Petra Latulangie dan Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko menggelar konferensi pers terkait pengembangan kasus tindak asusila pencabulan anak dibawah umur sesama jenis, di gedung Patuh lantai 2 Polda Jatim Jln Ahmad Yani Surabaya .

Kasus ini merupakan pengembangan tindak pidana pencabulan sesama jenis oleh Tersangka Mohammad Hasan  alias Mami Hasan 40 tahun warga Tulungagung,juga selaku ketua Ikatan Gay Tulungagung (IGATA) Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si.mengatakan,"hari ini.

Polda Jawa Timur, kembali mengungkap dan mengamankan satu lagi tersangka  pengembangan jaringan  IGATA Tulungagung ,kemudian pihak kepolisian Daerah Jawa Timur mengembangkan kasus ini,,adalah mantan anggota IGATA ,Hendri Mufida 32 tahun warga Tulungagung,"tegasnya.

Modus yang dijalankan Hendri, hampir sama  dengan terdakwa Mohammad Hasan mencari korban, yang membedakan jika Mami Hasan mencari korbannya anak-anak di sekitar warung kopi yang dikelolanya.

Hendri, mendapatkan korban dengan cara berkenalan melalui media sosial (Medsos). Lalu, Hendri mengiming-imingi korban dengan uang senilai Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu rupiah.

Usai terbujuk rayu tersangka, para korban kemudian dicabuli di rumahnya.

Peristiwa ini berlangsung sejak tahun 2018, lalu. Pihaknya berjanji akan terus mengembangkan kasus tergolong pedofilia ini.

Sehingga korban yang kebanyakan anak-anak dibawah umur dapat diberi bimbingan serta psycho teraphy sehingga apa yang dialaminya tidak berdampak negatif dikemudian hari.

Kasus ini akan terus dipantau dan dikembangkan terus pungkas ,"Luki Hermawan ,Kamis 20/2/2020.

Tersangka pun terancam hukuman 15 tahun, Berdasar pasal 82 Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak beserta barang buktinya.( Pril) 

Image