Pendidikan

Guru Honorer Minta Dukungan DPRD Kabupaten Bangka

Guru Honorer Minta Dukungan DPRD Kabupaten Bangka

Bangka, Hariannasionalnews.com - Sebanyak 50 orang perwakilan guru tergabung dalam perkumpulan Guru Tenaga Kependidikkan Honorer Non K 35+ ( GTKHNK 35 + ) mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Bangka. Kedatangan mereka dalam rangka meminta dukungan DPRD Terkait beberapa tuntutan akan disuarakan dalam rakenas GTKHNK 20 Februari 2020 mendatang di Jakarta. Ketua GTKHNK Bangka M. Rozi mengatakan dukungan DPRD sangat dibutuhkan, untuk mendukung beberapa keinginan guru honorer pada rakernas. "Kedatangan kita ke DPRD selain menyampaikan kegiatan Rakernas GTKHNK, kita juga minta dukungan agar tujuan bisa tercapai," ungkap M. Rozi, Selasa ( 4/2) siang bertempat di Gedung DPRD Bangka. M.Rozi juga menyampaikan pada rakernas nanti, Ada 2 tuntutan akan disuarakan terkait guru honorer yang tergabung dalam GTKHNK. "Sedikitnya ada dua hal akan kita sampaikan di rakernas, pertama meminta kepada Presiden RI agar seluruh guru honorer GTKHNK diangkat menjadi PNS tanpa ikut tes. Kedua guru honorer usia dibawah 35 tahun bertugas di sekolah negeri, upahnya sesuai UMR dibiayai dari APBN," paparnya. Menurut M. Rozi bukan tanpa alasan dan pertimbangan apa menjadi keinginan guru honorer tersebut sudah sewajarnya di perhatikan pemerintah. "Guru honorer usia 35 ke atas sudah pasti tidak ada kesempatan lagi ikut tes CPNS, melalui rakernas kita akan perjuangkan supaya guru - guru tersebut bisa diangkat menjadi PNS," terangnya. Sementara Wakil Ketua DPRD Bangka Rendra Basri membenarkan pihak GTKHNK 35+ meminta dukungan legeselatif terkait tuntutan yang dimaksud. "Dalam pertemuan tadi pihak guru honorer tergabung dalam GTKHNK meminta DPRD Bangka mendukung apa yang menjadi usulan mereka. Pada prinsipnya kita dukung, kalau sudah menjadi keputusan pemerintah pusat terkait guru honorer, pemerintah Kabupaten tetap mengikuti putusan itu," tukasnya. ( Ardam )

Image