Maududi Qutb Muchlis Terpilih Aklamasi Nahkodai Kick Boxing Indonesia Kota Surabaya

avatar Harian Nasional News

Surabaya, HNN  - Telah berlangsung acara silaturahmi sekaligus Musyawarah Kota bersama seluruh pengurus dan anggota Kick Boxing Indonesia, di Gedung KONI Kota Surabaya, pada hari Rabu (02/11/2022).

Musyawarah tersebut berlangsung secara aklamasi, dan terpilih Maududi Qutb Muchlis sebagai Ketua Kick Boxing Indonesia Kota Surabaya, periode 2022 - 2026.

Di tempat yang sama, Wahyu Tri Hartanto Ketua tim penjaringan melaporkan, hasil penjaringan hanya satu nama calon Ketua Umum Pengkot KBI Kota Surabaya yakni Maududi Qutb Muchlis.

Turut hadir, Yudi Sumitro, mantan Ketua Kick Boxing Indonesia Kota Surabaya, Maududi Qutb Muchlis Ketua terpilih Kick Boxing Indonesia Kota Surabaya, dan segenap jajaran pengurus beserta seluruh anggota Kick Boxing Indonesia Kota Surabaya.

Maududi mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus dan anggota atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Kick Boxing Indonesia Kota Surabaya.

"Insya Allah kami bersama pengurus akan berjuang terus untuk meningkatkan prestasi atlit Kick Boxing Indonesia yang ada di Kota Surabaya ini, karena sebelumnya kita sudah mendapatkan juara umum untuk Kick Boxing Kota Surabaya," ucapnya.

Selain itu, Maududi juga menyampaikan, terima kasih atas dukungan KONI Kota Surabaya, dengan berlangsungnya Musyawarah Kota Kick Boxing Indonedia Kota Surabaya semoga dapat menjalankan tugas dengan baik.

"Sebagai ketua Kick Boxing Indonesia Kota Surabaya yang baru, saya berharap dapat memberikan yang terbaik untuk Atlet KONI Kota Surabaya," kata Maududi (Lik)

Editor : Redaktur

Opini   

BENIH ITU BERNAMA “‘DELEGITIMASI’”

Mencermati perkembangan politik praktis (politik kekuasaan), itu bak seni melihat kenyataan yang ada dibaliknya. Melihat gejala-gejala (clue) simptomatik di permukaan untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi di kedalaman permukaan tersebut…

Hukum   

Empat Terdakwa Bank Prima Dituntut 3,6 Tahun 

"Menuntut, memohon kepada majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap para terdakwah dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan penjara," tutur Jaksa Bunari diruang Sari 3 PN Surabaya, Jumat (16/02/2024).…