Pangdam V/Brawijaya Kunjungan Kerja ke Universitas Muhammadiyah Malang

avatar Harian Nasional News

Malang, HNN - Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto, M.Sc. didampingi Danrem 083/BDJ dan pejabat Utama Kodam V/Brawijaya melaksanakan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan disambut hangat oleh Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd. di Ruang Rektorat, Senin (19/9/2022).

Pada kunjungan tersebut, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto M.Sc., menyampaikan bahwa selain bersilahturahmi, kedatangan Pangdam ke UMM sebagai bagian dari upaya membangun sinergi dengan berbagai komponen bangsa termasuk kalangan Akademisi salah satunya dengan UMM.

“Indonesia ini menganut konsep pertahanan Sishankamrata, atau Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta, dimana rakyat merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dengan TNI. Akademisi merupakan tempat untuk memberikan ilmu dan mencerdaskan bangsa dalam membangun dan memajukan bangsa," tegas Pangdam V/Brawijaya.

Dalam kesempatan itu, Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd. mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pangdam V/Brawijaya ke Universitas Muhammadyah Malang. dalam sambutannya Rektor UMM menyampaikan bahwa TNI dan Muhammadiyah memiliki komitmen yang sama dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Universitas Muhammadiyah Malang berupaya memberikan pendidikan terbaik untuk membangun kemajuan bangsa dalam segala bidang. 

Selesai diterima di ruang rektorat UMM, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurcahyanto M.Sc., bersama Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd.dan rombongan melaksanakan peninjauan ke beberapa fasilitas kampus UMM.

Editor : Tri

Opini   

BENIH ITU BERNAMA “‘DELEGITIMASI’”

Mencermati perkembangan politik praktis (politik kekuasaan), itu bak seni melihat kenyataan yang ada dibaliknya. Melihat gejala-gejala (clue) simptomatik di permukaan untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi di kedalaman permukaan tersebut…

Hukum   

Empat Terdakwa Bank Prima Dituntut 3,6 Tahun 

"Menuntut, memohon kepada majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap para terdakwah dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan penjara," tutur Jaksa Bunari diruang Sari 3 PN Surabaya, Jumat (16/02/2024).…