AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Sang Senator Pemerhati Rakyat Kecil

avatar Harian Nasional News
Kholili (Mahasiswa Magister Sarjana Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Sunan Ampel Surabaya)
Kholili (Mahasiswa Magister Sarjana Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Sunan Ampel Surabaya)

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Sang Senator Pemerhati Rakyat Kecil

Oleh: Kholili (Mahasiswa Magister Sarjana Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Sunan Ampel Surabaya).

Baca Juga: Di Depan Pengurus Muhammadiyah Pasuruan, Ketua DPD RI Uraikan Sistem Bernegara Asli Indonesia

Berjibaku dalam tampuk kekuasaan seakan merupakan jalan jihad yang ditempuh oleh AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Melalui jalan inilah, sosok yang akrab disapa LaNyalla merasa terpanggil untuk mendedikasikan dirinya menjabat sebagai pimpinan lembaga Negara. Baginya, jabatan bukanlah hasil dari pada ajang kontestasi perpolitikan semata.

Lebih jauh, ia menganggap jabatan lembaga tinggi Negara sebagai langkah konkrit untuk menyalurkan aspirasi rakyat kecil yang selama ini nyaris tidak terdengar oleh pemerintah.
LaNyalla pun bertekad untuk menjabat sebagai DPD RI pada PEMILU tahun 2019 silam. Tekad dan usahanya akhirnya mencapai hasil memuaskan.

Pada pengumuman kemenangan, LaNyalla secara de jure berhasil terpilih sebagai Ketua DPD RI. Kendati demikian, LaNyalla merasa kemenangan tersebut bukan serta merta merupakan capaian.

Kemenangan itu sejatinya ia anggap sebagai suatu proses menjadi pelayan terhadap rakyat, sekaligus sebagai bentuk pengabdiannya terhadap Indonesia. Menyesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi) sebagai DPD, LaNyalla merasa perlu semaksimal mungkin untuk melakukan pengkawalan terhadap aspirasi daerah-daerah, serta rakyat kecil.

Karena selama ini, beberapa suara yang terdengar keras di kalangan kelas bawah nyaris tidak terdengar oleh pemerintah. Uniknya, sebagai seorang yang duduk di kursi DPD RI, bergelimang dalam jabatan tidak lantas membuat LaNyalla tumpul akan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga: Sukses Diperjuangkan Jadi PPPK, Guru di Jatim Terbitkan Buku Ulas Kiprah Ketua DPD RI

Selama menjabat sebagai Ketua DPD RI, telah banyak aksi solidaritas sosial yang dilakukannya, mulai dari pemberian bantuan terhadap orang-orang yang tidak mampu, hingga lansia.

Aksi solidaritas sosial yang dilakukan oleh LaNyalla tentu tidak hanya sebatas itu saja. Pengalamannya selama terjun di lapangan menyadarkan LaNyalla, jikalau masih banyak warga Indonesia menempati kediaman yang tidak layak huni. Berangkat dari keprihatinan inilah, LaNyalla kemudian tidak segan melakukan aksi renovasi rumah-rumah tidak layak huni, akhirnya pun cukup menggembirakan.

Warga kelas bawah yang tadinya tinggal di tempat tidak layak huni, seketika oleh LaNyalla diubah menjadi kediaman layak huni. Meski aksi renovasi rumah ini masih belum sepenuhnya merata dilakukan di penjuru Indonesia, paling tidak tindakan LaNyalla telah menggambarkan bentuk nyata dari aksi-aksi kemanusiaan, serta kepedulian terhadap sesama.

Pada masa pandemi yang menjadi "hantu" bagi kalangan masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah, sikap solidaritas sosial yang dimiliki LaNyalla seakan enggan musnah.

Baca Juga: Harga Jagung Naik, Ketua DPD RI : Fenomena Perulangan, Butuh Solusi Akar Masalah

Mengetahui adanya fakta jika kondisi ekonomi rakyat kecil semakin hari semakin melemah, bahkan merosot hingga pada tataran yang sangat memprihatinkan, LaNyalla meminta dukungan sekaligus bantuan terhadap semua kalangan konglomerat agar membantu masyarakat terdampak covid-19.

Kepedulian terhadap sesama yang dilakukan oleh LaNyalla untuk membantu terhadap mereka yang membutuhkan, paling tidak merupakan Uswah Hasanah (contoh yang baik) bagi figur seorang aparat negara yang tidak henti-hentinya memikirkan kondisi rakyatnya.

Dari LaNyalla dapat dipetik suatu hikmah bahwa tampuk kekuasaan bukanlah capaian dan tujuan. Melainkan sekadar proses untuk melayani rakyat, serta proses mengabdi untuk negeri.

Editor : Redaktur

Opini   

BENIH ITU BERNAMA “‘DELEGITIMASI’”

Mencermati perkembangan politik praktis (politik kekuasaan), itu bak seni melihat kenyataan yang ada dibaliknya. Melihat gejala-gejala (clue) simptomatik di permukaan untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi di kedalaman permukaan tersebut…

Hukum   

Empat Terdakwa Bank Prima Dituntut 3,6 Tahun 

"Menuntut, memohon kepada majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap para terdakwah dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan penjara," tutur Jaksa Bunari diruang Sari 3 PN Surabaya, Jumat (16/02/2024).…