Warga Cluster Valley Safira Juanda Protes Ke PT Chalidana Inti Cahaya

Warga Cluster Valley Safira Juanda Protes Ke PT Chalidana Inti Cahaya

SIDOARJO, HNN - Warga Cluster Valley Safira Juanda Resort protes dan mejawab, sekaligus menanggapi surat dari dari PT Chalidana Inti Cahaya terkait surat teguran, Nomor: 001/CIC JUANDA/LEGAL/III/2021.

Ketua Paguyuban Warga Cluster Vallen Safira Juanda Resort, Hardiansyah dalam surat balasan teguran dan Somasi yang ditujukan kepada Pimpinan PT Chalidana Inti Cahaya menjelaskan bahwa Bahwa, atas nama warga Cluster Valley Safira Juanda Resort, keberatan dengan teguran dan permintaan PT. Chalidana Inti Cahaya.

Adapun isi surat tanggapan tersebut yang dikutip media sebagai berikut:
Tanggapan Terhadap Teguran PT.Chalidana Inti Cahaya.

Bahwa, kami keberatan dengan teguran dan permintaan PT. Chalidana Inti Cahaya yang meminta kepada Warga Valley Safira Juanda Resort untuk, tidak membangun dan menempatkan barang-barang dilahan dan/atau pekarangan milik PT. Chaidana Inti Cahaya yang dapat mengganggu nilai estetika lingkungan perumahan Safira Juanda Resort.

Segera melakukan pembongkaran terhadap bangunan liar yang sudah berdiri di lahan milik Perseroan dan melakukan pembersihan serta pemindahan terhadap barang-barang yang diletakkan di lahan paling lambat 3x24 jam sejak surat ini diterima.

Bahwa, kami sungguh keberatan dan menyayangkan dengan penutup surat yang berbunyi, “PT. Chalidana Inti Cahaya selaku pemilik lahan dan pengembang dan pemilik kawasan Perumahan Safira Juanda akan mengambil tindakan tegas terhadap permasalahan ini”.

Bahwa, dalam surat tersebut terlampir foto “Gazebo” yang berdiri didepan rumah E3-03. Perlu menjadi ingatan bersama, sebelum PT. Chalidana Inti Cahaya melakukan pembongkaran terhadap bangunan tersebut, bahwa berdirinya bangunan tersebut adalah sebagai langkah “Cerdas” warga Valley setelah PT. Chalidana Inti Cahaya lalai dan gagal menjaga kemanan warganya, hingga terjadi Pencurian pada tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020. Pencurian beruntun 4 (empat) tahun berturut-turut namun tidak ada tanggung jawab dari PT. Chalidana Inti Cahaya. Jangankan berusaha mencari pencurinya, melakukan tindakan antisipatif pun tidak.

Bahwa, 2 (dua) Gazebo tersebut untuk selanjutnya dipergunakan warga untuk ronda malam secara bergantian, setiap malam, dan sebagai tempat penjagaan warga di siang hari oleh warga yang kebetulan berada dilokasi.

Mengapa warga juga berjaga di siang hari? Karena pihak keamanan PT. Chalidana Inti Cahaya telah lalai dan ceroboh memasukkan tamu ke kawasan Cluster Valley. Alhasil, kami mendapat temuan adanya tamu masuk dengan maksud yang tidak jelas, berkeliling di wilayah Valley.

Kami, sebagai orang tua tentu sangat khawatir akan keselamatan anak dan istri kami. Kondisi demikian pernah kami sampaikan kepada PT.Chalidana Inti Cahaya. Namun tidak ada tanggapan dari PT. Chalidana Inti Cahaya.

Bahwa, berkaitan dengan tanaman yang berada di pojok E3 bagian barat. Kami menilai kekhawatiran PT.Chalidana berlebihan. Tanaman tersebut telah ditata dengan rapi dengan maksud tidak ada hewan liar (ular cobra, biawak, dan lainnya). Kami nilai, dari segi estetika, lebih rapi daripada tanah kosong yang dibiarkan “mangkrak” di ujung selatan E1, ujung utara E2, ujung timur E3, ujung barat E-5, ujung barat E-6, yang penuh dengan semak belukar dan menjadi sarang ular cobra dan biawak. Kami menghawatirkan keselamatan anak-anak kecil yang bermain di wilayah tersebut.

Bahwa, akibat kelalaian dan kecerobohan PT. Chalidana Inti Cahaya tersebut, akhirnya warga memilih untuk tidak membayar iuran ME. Untuk selanjutnya warga mengumpulkan iuran lingkungan untuk membayar tenaga kebersihan, ketertiban, dan kemanan secara mandiri.

Berdasarkan alasan tersebut diatas, penilaian PT. Chalidana Inti Cahaya bahwa bangunan dan tanaman yang didirikan oleh warga menganggu estetika sangatlah berlebihan dan tidak berdasar.

Kami khawatir, penilaian tersebut hanya berdasar laporan yang tidak lengkap, subjektif, sepotong-potong (parsial). Dan perlu menjadi pengingat tegas, hingga kini PT. Chalidana Inti Cahaya tidak pernah ada solusi, bahkan dari segi keamanan kami nilai lebih buruk,

Tentang Swakelola

Bahwa, antara Warga Valley dengan PT. Chalidana Inti Cahaya telah bersepakat tentang swakelola pengelolaan lingkungan (kemanan, ketertiban dan kebersihan). Agar ada kepastian hukum, digagaslah kesepakatan antara staf legal PT. Chalidana Inti Cahaya dengan perwakilan warga.

Bahwa, kami sangat menyayangkan, disaat perjanjian swakelola antara warga dengan PT. Chalidana Inti Cahaya belum final, tidak ada tenaga keamanan dari PT. Chalidana Inti Cahaya yang keliling atau setidaknya memastikan kondisi keamanan di wilayah Valley, tidak ada tukang kebersihan PT.Chalidana yang membersihkan lingkungan.

Namun luar biasa, disaat seluruh layanan dihentikan, WARGA MASIH DITAGIH UANG MANAGEMENT ESTATE. Kami tidak habis pikir, nalar dan logika manakah yang dipakai PT. Chalidana Inti Cahaya?

Bahwa, kami telah mempelajari draft perjanjian yang dibuat PT. Chalidana Inti Cahaya. Kami keberatan terhadap isi perjanjian yang mendudukkan kami selaku konsumen PT. Chalidana Inti Cahaya yang diposisikan tidak proporsional.

Pada intinya lebih mirip perjanjian kerja. Hingga akhirnya, kami menawarkan perjanjian yang lebih berimbang.

Bahwa, atas perjanjian yang kami tawarkan tersebut, perwakilan dari warga dipanggil (pada tanggal 22 Maret 2021). Kami mengira akan diajak berembuk tentang isi perjanjian. Namun, perkiraan tersebut salah. PT. Chalidana Inti Cahaya justru menyampaikan evaluasi swakelola, padahal perjanjian swakelola belum final seluruhnya dan hak pelayanan warga dihentikan.

Sekali lagi, nalar dan logika mana yang dipakai PT. Chalidana Inti Cahaya ?
Bahwa, disisi lain, perihal PDAM, kami selaku konsumen yang dijanjikan penjualan rumah include dengan PDAM, hingga saat ini kurang lebih 44 (empat puluh empat) warga belum dipasang PDAM oleh PT. Chalidana Inti Cahaya dengan alasan adanya tunggakan pembayaran ME.

Sangat tidak masuk akal! Tidak ada kaitan antara pembayaran ME dengan PDAM. PDAM dijanjikan bersamaan dengan pembayaran rumah, sedangkan pembayaran ME adalah perihal pembayaran pengelolaan lingkungan. Mengapa tidak dipasang ketika warga dahulu masih memiliki tabungan pembayaran ME 30 (tiga puluh) bulan?

Berdasarkan uraian tersebut diatas, perkenankanlah kami menyampaikan TEGURAN BALIK terhadap PT.Chalidana untuk, membebaskan warga dari kewajiban pembayaran iuran Management Estate.

Tidak melakukan penagihan terhadap warga yang tidak membayar iuran ME pada periode sebelum Maret 2021,
Menyerahkan pengelolaan Cluster Valley Safira Juanda Resort terhadap warga yang diwakili oleh Paguyuban Warga Cluster Valley Safira Juanda Resort.

Melakukan pemasangan PDAM terhadap seluruh unit rumah di wilayah Cluster Valley Safira Juanda Resort, tanpa syarat apapun.

Agar PT. Chalidana Inti Cahaya menyerahkan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Kami berikan batas waktu 14 (empat belas) hari agar PT. Chalidana Inti Cahaya mengabulkan seluruh permintaan warga Cluster Valley Safira Juanda Resort.

Bila dalam batas waktu yang telah kami tetapkan tidak segera ditepati, maka kami akan melakukan upaya hukum baik pidana maupun perdata.
Demikian Surat Balasan dan Somasi dari kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Demikian isi surat keberatan dari warga atas nama paguyuban Warga Cluster Valley Safira Juanda Resort, yang di tanda tangani oleh ketua nya, Hardiansyah, dan Sekretaris Paguyuban Cluster Valley Safira Juanda Paguyuban Cluster Valley Safira Juanda Yusuf Kurniawan, S.Kom, M.SEI, perlu diketahui surat tersebut di tembuskan ke Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Kepolisian Resor Sidoarjo, dan DPD REI Jawa Timur. (Red)

Image